AGAMA, SENI  

Pawai Ta’aruf Meriahkan Pembukaan MTQ ke-59 Kota Medan, Harmoni Budaya dan Syiar Islam Bersatu di Jalanan

Ribuan kafilah dari 21 kecamatan menghadirkan parade religi penuh warna yang tidak hanya menjadi pembuka MTQ, tetapi juga cerminan kuat toleransi dan keberagaman budaya Kota Medan.

Peserta pawai Ta'aruf pembukaan MTQ Kota Medan Ke–59 silih berganti berjalan sambil meunjukan beragam kesenian hingga atraksi. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Suasana religius berpadu dengan semarak budaya mewarnai pelaksanaan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 tingkat Kota Medan yang digelar di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (11/4/2026). Ribuan kafilah dari 21 kecamatan ambil bagian dalam parade yang menjadi penanda dimulainya rangkaian MTQ tersebut.

Pawai berlangsung meriah dengan penampilan beragam busana bernuansa islami yang dipadukan dengan kekayaan budaya lokal. Atraksi kesenian tradisional, miniatur ikon daerah, serta lantunan shalawat mengiringi langkah para peserta sepanjang rute. Kehadiran etnis Melayu, Batak, Minang, Karo, Jawa, Mandailing hingga Tionghoa, India dan Arab menjadi simbol nyata harmonisasi keberagaman di Kota Medan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas melepas sekaligus menyambut peserta dari panggung kehormatan. Keduanya tampak antusias melambaikan tangan kepada setiap kafilah yang melintas sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi seluruh kecamatan.

Sejumlah unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, serta tamu undangan turut hadir menyaksikan kemeriahan pawai. Kebersamaan ini semakin memperkuat suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Kafilah Kecamatan Medan Selayang yang merupakan juara umum tahun lalu mendapat kehormatan membuka pawai dengan membawa trofi kemenangan. Penampilan marching band dan kreativitas budaya yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri. Parade kemudian dilanjutkan oleh kecamatan lainnya dan ditutup oleh Kecamatan Medan Sunggal sebagai tuan rumah MTQ ke-59.

Para peserta Pawai Ta’aruf Pembukaan MTQ ke-59 Kota Medan. (Ist)

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menyampaikan bahwa Pawai Ta’aruf bukan sekadar seremoni pembuka, tetapi juga simbol persatuan dan syiar Islam di tengah masyarakat yang majemuk. Ia mengapresiasi seluruh peserta yang tampil dengan penuh kreativitas dan semangat.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang Jalan Gatot Subroto. Warga dari berbagai kalangan memadati sisi jalan sejak pagi untuk menyaksikan pawai. Mereka mengabadikan momen menggunakan ponsel serta memberikan dukungan kepada kafilah yang melintas, menciptakan suasana penuh kebersamaan.

Setiap kecamatan menampilkan kreativitas terbaik, mulai dari marching band, kendaraan hias bertema islami, hingga pertunjukan seni budaya. Penampilan tersebut tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal.

Pawai Ta’aruf ini menandai dimulainya rangkaian MTQ ke-59 Kota Medan yang berlangsung 11–18 April 2026 dengan tema “Membangun Ketaatan yang Hakiki kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Menuju Medan Bertuah”. Ajang ini diharapkan melahirkan qori dan qoriah terbaik sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Usai pawai, Wali Kota Medan bersama Ketua TP PKK meresmikan stan pameran MTQ dengan pengguntingan pita. Kehadiran pameran tersebut semakin menambah kemeriahan perhelatan tahunan ini.

Dengan partisipasi ribuan peserta dan dukungan masyarakat, Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Kota Medan menjadi simbol kuat persatuan, religiusitas, serta keberagaman budaya yang harmonis di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *