Daerah  

Hasto dan Djarot Groundbreaking Kantor PDIP Samosir, Pesan Megawati: Jangan Jadi Bangunan Elitis

Petinggi PDI Perjuangan hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Share

SAMOSIR, ARMADABERITA — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat meletakkan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Groundbreaking itu turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon, Sekretaris DPD Sutarto, Ketua DPC PDI Perjuangan Samosir Osvaldo Simbolon, jajaran Fraksi PDIP DPRD Samosir, serta ratusan kader dan tokoh masyarakat.

Kedatangan rombongan DPP PDIP disambut dengan Tari Tor-Tor. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara bergantian oleh Hasto Kristiyanto, Djarot Saiful Hidayat, dan Rapidin Simbolon.

Kompleks kantor DPC tersebut direncanakan tidak hanya terdiri atas gedung utama. Di dalamnya juga akan dibangun aula pertemuan dan patung Bung Karno. Pembangunan ditargetkan rampung pada Januari 2027.

Namun, bagi Hasto, pembangunan kantor partai tidak semestinya berhenti pada persoalan fisik.

Ia membawa pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kantor partai di Samosir tidak berubah menjadi bangunan elitis yang jauh dari kehidupan masyarakat.

“Ketika kita membangun kantor DPC PDI Perjuangan ini, fungsinya bukan sekadar rumah untuk konsolidasi politik, rekrutmen, atau kaderisasi,” kata Hasto.

Menurut dia, Samosir memiliki posisi penting dalam sejarah dan kebudayaan. Karena itu, kantor partai yang dibangun di daerah tersebut harus memiliki fungsi yang lebih luas.

Hasto menyebut kantor partai harus bersekutu dengan ilmu pengetahuan dan menjadi ruang yang memancarkan keberpihakan kepada masyarakat.

Salah satu gagasan yang ditekankannya ialah option for and with the poor atau keberpihakan dan kebersamaan dengan masyarakat miskin.

“Kantor ini harus menjadi tempat rakyat yang diperlakukan tidak adil datang dan menemukan perlindungan,” ujar Hasto.

Ia mengingatkan agar kemegahan bangunan tidak menciptakan jarak antara partai dan rakyat. Menurut Hasto, kekuasaan dalam perspektif Bung Karno harus digunakan untuk membela rakyat Marhaen dan kelompok yang tertindas.

Karena itu, kantor DPC PDIP Samosir diharapkan menjadi pusat pengorganisasian dan pembelaan masyarakat, termasuk bagi warga yang menghadapi persoalan ketidakadilan.

Bukan Sekadar Kantor Partai

Hasto juga menginginkan kantor tersebut menjadi ruang pendidikan politik bagi masyarakat, terutama generasi muda Samosir.

Ia membayangkan kantor DPC sebagai tempat berlangsungnya diskusi, literasi, pertukaran gagasan, dan proses penggemblengan calon pemimpin masa depan.

Hasto kemudian mengaitkan gagasan tersebut dengan perjalanan sejumlah tokoh bangsa, termasuk Soekarno dan Mohammad Hatta.

Menurut dia, pemimpin besar tidak selalu lahir dari lingkungan yang serba berkecukupan. Mereka ditempa oleh pengalaman menghadapi persoalan masyarakat sekaligus tradisi membaca dan berdiskusi.

“Karena itu, kantor partai ini nantinya harus menjadi pusat pendidikan politik dan kawah candradimuka bagi generasi muda,” katanya.

Dari Samosir, Hasto berharap lahir kader dan pemimpin yang tidak hanya memahami politik, tetapi juga memiliki keberpihakan kepada masyarakat.

Ia menilai pembangunan kantor partai harus dibarengi dengan pembangunan kualitas manusia dan kader.

Dengan demikian, gedung yang berdiri di Lumban Suhi-Suhi Toruan itu nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi pusat administrasi organisasi. Kantor tersebut diproyeksikan menjadi ruang pertemuan antara partai, ilmu pengetahuan, kaderisasi, dan kepentingan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *