Medan,ArmadaBerita.Com – Hubungan budaya antara Kota Medan dan Pulau Pinang, Malaysia, kembali diperkuat melalui pagelaran Melayu Night yang menjadi salah satu atraksi unggulan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026, Minggu (26/7/2026). Pertunjukan bertajuk Penang Maharaja itu menyuguhkan perpaduan seni tari, musik, dan busana Melayu yang berhasil memikat ribuan pengunjung.
Sejak dimulai, suasana arena utama PRSU dipenuhi antusiasme penonton yang larut dalam alunan musik dan ragam pertunjukan budaya dari negeri jiran. Penampilan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan masyarakat serumpun sekaligus memperkuat kerja sama budaya antara Medan dan Pulau Pinang yang telah lama terjalin melalui status sister city.
Pengurus Paviliun Pulau Pinang, Zarul, mengatakan kehadiran delegasi budaya Malaysia di PRSU bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga mempererat persahabatan kedua daerah melalui pertukaran budaya.
“Momentum PRSU menjadi ruang untuk terus memperkuat hubungan antara Pulau Pinang dan Kota Medan. Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Melayu sekaligus membangun kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebanyak 10 penari yang didatangkan langsung dari Pulau Pinang menampilkan Tari Persembahan, tarian tradisional yang pada masa lalu hanya dipentaskan untuk kalangan bangsawan sebagai bagian dari warisan budaya Melayu-Malaysia. Selain itu, mereka juga membawakan Tari Nirmala yang menggambarkan kekuatan, semangat, serta ketulusan hati sebagai sumber keindahan manusia.
Pertunjukan semakin semarak dengan penampilan penyanyi Sifa Ramadhani yang membawakan lagu legendaris Cindai, lagu yang dipopulerkan diva Malaysia, Siti Nurhaliza. Suara merdu Sifa sukses menghidupkan suasana dan mengundang tepuk tangan panjang dari para penonton.
Melayu Night juga dimeriahkan penampilan pemain biola tunggal Syaifuddin serta peragaan busana tradisional Melayu hasil kolaborasi perancang dari Pulau Pinang dan Kota Medan. Perpaduan seni pertunjukan dan fesyen tradisional tersebut menghadirkan gambaran kekayaan budaya Melayu yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Delegasi Pulau Pinang telah tampil selama tiga hari di PRSU 2026, sejak Jumat (24/7/2026). Pada dua hari pertama, pertunjukan digelar di Paviliun Pulau Pinang, sebelum ditutup dengan pagelaran spektakuler Melayu Night di panggung utama PRSU pada Minggu malam.
Kehadiran Pulau Pinang yang secara konsisten berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan PRSU menunjukkan bahwa ajang pameran terbesar di Sumatera Utara ini tidak hanya menjadi pusat promosi ekonomi dan investasi, tetapi juga menjadi panggung diplomasi budaya yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia melalui warisan budaya Melayu yang sama.*











