Baju Oholu, Warisan Leluhur Nias Selatan yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Baju Oholu, Warisan Leluhur Nias Selatan, tampil di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 di Jl. Gatot Subroto, Kota Medan. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Riuh pengunjung memenuhi arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 pada Rabu (22/7/2026) malam. Di antara deretan stan yang memamerkan berbagai produk modern dan inovasi daerah, perhatian pengunjung justru tertuju pada sebuah pakaian sederhana berwarna alami tanpa hiasan mencolok. Itulah Baju Oholu, busana adat kebesaran masyarakat Nias Selatan yang telah bertahan melintasi ratusan tahun.

Di Paviliun Kabupaten Nias Selatan, Baju Oholu dipamerkan berdampingan dengan busana adat yang telah dimodifikasi menggunakan warna dan teknik jahit modern. Kontras keduanya seolah menjadi simbol perjumpaan antara tradisi dan perkembangan zaman. Namun, di tengah derasnya arus modernisasi, Baju Oholu tetap menjadi penanda kuat identitas budaya masyarakat Nias Selatan.

Keszia Zebua, staf Paviliun Kabupaten Nias Selatan, menjelaskan bahwa pada masa lampau Baju Oholu dikenakan oleh para raja di Nias Selatan sebagai lambang kehormatan dan kebesaran. “Baju ini dulunya dipakai raja-raja di Nias Selatan,” katanya kepada wartawan.

Keunikan busana ini tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga pada proses pembuatannya. Baju Oholu dibuat dari bahan alami seperti kayu atau rotan yang dipukul berulang kali hingga seratnya halus dan lentur. Berbeda dengan pakaian pada umumnya, busana ini tidak dijahit menggunakan benang.

Meski demikian, daya tahannya luar biasa. Dengan perawatan yang baik, Baju Oholu mampu bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Menurut Keszia, hal itu menjadi bukti kecerdasan leluhur Nias dalam memanfaatkan kekayaan alam di sekitarnya sebelum masyarakat mengenal bahan tekstil dan benang.

Ia mengakui, tekstur Baju Oholu memang terasa keras sehingga kurang nyaman bagi mereka yang tidak terbiasa mengenakannya. Namun hingga kini, busana tersebut masih digunakan dalam berbagai pertunjukan tari dan upacara adat di Nias Selatan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya tetap hidup.

Di tengah perkembangan teknologi yang terus mengubah gaya hidup masyarakat, keberadaan Baju Oholu menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus menghapus akar budaya. Justru melalui pelestarian warisan leluhur seperti inilah identitas bangsa tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *