Medan, ArmadaBerita.Com – Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TC-UGGp) terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan utama Geotourism Festival (Geofest) ke-7 yang akan berlangsung pada 1–5 Juli 2026 di wilayah Simalungun, Samosir, dan Karo, Sumatera Utara.
Geofest merupakan agenda tahunan Jaringan Geopark Indonesia (JGI) yang setiap tahun digelar di geopark terpilih. Sebelum kegiatan utama di Kaldera Toba, rangkaian acara diawali dengan pre-event di Raja Ampat UNESCO Global Geopark pada 8–9 Juni 2026 dan ditutup melalui post-event di Geopark Lenggong Perak, Malaysia, pada 21–24 Juli 2026.
General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, mengatakan terpilihnya Kaldera Toba sebagai tuan rumah tidak terlepas dari keberhasilannya memperoleh kembali status green card UNESCO setelah proses revalidasi pada 2025.
“Dari aspek pengelolaan kawasan, Toba Caldera berhasil mengembalikan statusnya menjadi green card. Ini menjadi bukti bahwa berbagai rekomendasi perbaikan yang sebelumnya diberikan UNESCO telah ditindaklanjuti,” ungkap Azizul dalam konferensi pers persiapan Geofest 2026 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (23/6).
Sebelumnya, UNESCO memberikan status yellow card kepada Kaldera Toba sebagai sinyal perlunya pembenahan tata kelola geopark. Hasil revalidasi 2025 memastikan Kaldera Toba tetap menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks untuk empat tahun ke depan.
Selain faktor pengelolaan, Azizul menyebut dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi pertimbangan penting dalam penunjukan tersebut. Menurut dia, komitmen pemerintah daerah terlihat melalui dukungan regulasi, teknis, strategis, hingga pendanaan untuk penguatan pengelolaan geopark.
“Dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu faktor yang meyakinkan JGI bahwa Geofest 2026 layak diselenggarakan di Toba Caldera,” katanya.
Azizul menambahkan, Kaldera Toba memiliki signifikansi global sebagai kawasan vulkanik terbesar di dunia. Kawasan ini juga diproyeksikan menjadi pusat riset geopark internasional melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Taman Simalem Resort sebagai penyedia lokasi dan fasilitas pendukung.
Geofest 2026 diperkirakan diikuti sekitar 250 hingga 300 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, pengelola geopark nasional dan internasional, perwakilan pemerintah, pelaku industri pariwisata, hingga komunitas.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur edukasi, konservasi, budaya, dan jejaring profesional. Agenda tersebut mencakup geotrail mengelilingi Kaldera Toba, aksi lingkungan, pameran UMKM, konferensi JGI, ritual adat Manguras Tao, pelepasan burung dan ikan, serta berbagai sesi diskusi dan pertukaran pengalaman antar peserta.
Salah satu agenda utama adalah seminar internasional bertema “Kolaborasi Jejaring Geopark dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan” yang menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri.
Mereka antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, Presiden Asia Pacific Geopark Network Jin Xiaochi, Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO Jakarta Maki Katsuno-Hayashikawa, perwakilan Geopark Lenggong Perak Malaysia Mohammad Fitri bin Hassan, serta Deputy Director International Relations Temasek Polytechnic Singapore Jerome Jacquet.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution juga dijadwalkan membuka kegiatan sekaligus menyampaikan sambutan sebagai tuan rumah.
Melalui penyelenggaraan Geofest 2026, Kaldera Toba diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring geopark dunia, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan, meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal, serta mempertegas perannya sebagai pusat edukasi, konservasi, dan penelitian berbasis geopark.











