Samosir, Armadaberita.com – Momentum libur panjang Nyepi dan Idulfitri 2026 membawa berkah besar bagi sektor pariwisata di Kabupaten Samosir. Dalam waktu 12 hari saja, pendapatan asli daerah dari retribusi wisata berhasil menembus angka Rp2,26 miliar.
Pendapatan tersebut berasal dari 16 objek wisata yang dikelola pemerintah daerah selama periode 18 hingga 29 Maret 2026. Tingginya angka tersebut sejalan dengan lonjakan kunjungan wisatawan yang mencapai 145.807 orang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, Tetty Naibaho, menyebut sejumlah destinasi unggulan menjadi penyumbang terbesar pendapatan. Di antaranya Waterfront Pangururan dengan Air Mancur Menari, Menara Pandang Tele, serta Air Terjun Efrata.
Lonjakan wisatawan tidak hanya berdampak pada PAD, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM, pengelola homestay, hingga sektor perhotelan ikut merasakan peningkatan aktivitas selama masa liburan.
Menurut Tetty, keberhasilan ini juga tidak lepas dari upaya pemerintah dalam menjaga kualitas layanan pariwisata, termasuk pengawasan harga agar tetap wajar bagi wisatawan.
Ia memastikan selama periode liburan tidak ditemukan keluhan berarti, baik terkait tarif makanan maupun biaya penginapan di kawasan wisata.
Pemerintah daerah berharap capaian ini menjadi sinyal positif untuk terus mengembangkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah ke depan.











