Armadaberita.com | MEDAN – Universitas Negeri Medan (UNIMED) melalui Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial aktif mendukung kebangkitan tembakau Deli, komoditas legendaris yang pernah menguasai pasar cerutu Eropa. Kini, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional I mulai mengembangkan lagi tanaman ini. Upaya ini tidak hanya menjaga warisan budaya dan sejarah, tetapi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.
Sebanyak lebih dari 40 mahasiswa Pendidikan Sejarah UNIMED melakukan studi lapangan ke perkebunan tembakau dan fasilitas pengolahan tembakau Deli di kebun Helvetia, Deli Serdang, pada Jumat (30/5/2025). Mereka menyaksikan proses penanaman, panen, pengeringan, hingga fermentasi yang kini menggunakan teknologi modern seperti drone untuk penyemprotan pestisida. Selain itu, PTPN I juga mulai memproduksi cerutu secara langsung di Deli Serdang, langkah baru yang menjadi terobosan dalam pemasaran produk tembakau lokal.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar sejarah agraria dan ekonomi kolonial, tapi juga memahami bagaimana warisan budaya ini bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Phill Ichwan Azhari, Guru Besar Pendidikan Sejarah UNIMED. “Ini pengalaman berharga yang menghubungkan teori dan praktik langsung di lapangan.”
Tembakau Deli, yang populer sejak abad ke-19, pernah menjadi komoditas unggulan Indonesia dengan nilai ekspor yang tinggi. Namun, setelah era kolonial, produksi sempat menurun drastis hingga hampir punah. Dengan program revitalisasi ini, PTPN I menanam kembali tembakau Deli di lahan 20 hektar dengan hasil panen tahap pertama sudah dalam proses fermentasi dan tahap kedua akan dipanen dalam dua pekan ke depan.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNIMED, Dr. Ratih Baiduri menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan, riset dan pengabdian seperti ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan produk lokal unggulan. “Kami mendorong mahasiswa dan dosen untuk terus melakukan penelitian dan pengabdian yang berdampak langsung pada pengembangan potensi lokal dan perekonomian masyarakat. Kebangkitan tembakau Deli bukan hanya soal bisnis, tapi juga melestarikan identitas budaya dan sejarah agraria Indonesia,” imbuhnya.
Menurut data historis, tembakau Deli adalah produk unggulan yang mampu membuka akses pasar internasional dan menciptakan lapangan kerja di daerah. Kebangkitan kembali komoditas ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani, pelaku industri lokal, dan masyarakat luas di Sumatera Utara.
UNIMED berkomitmen menjadi mitra strategis dalam pengembangan penelitian dan inovasi yang mengangkat potensi daerah, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. (*)











