Armadaberita.com | PALUTA – Tokoh masyarakat Padang Lawas Utara (Paluta), Tohong Pangondian Harahap, menilai potensi wisata di Paluta tidak hanya berasal dari kekayaan alam, tetapi juga dari wisata religi dan budaya. Sejumlah lokasi memiliki nilai sejarah dan spiritual, seperti Makam Lobe Jabal di Desa Purbasinomba, Kecamatan Padang Bolak, serta Makam Jabilang Mauli di Desa Hutalombang Paranginan.
Hal ini disampaikan Tohong saat berbincang dengan Plt Kabid Kebudayaan, Mansur Siregar, di Desa Gunungtua Tonga, Selasa (19/8). Ia menekankan perlunya dorongan bersama untuk menjadikan wisata religi dan budaya sebagai daya tarik baru yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Peran besar masyarakat, pemerintah, dan semua pihak harus digerakkan untuk mempromosikan wisata religi di Paluta. Namun, pengembangan ini tetap harus menjaga adat dan budaya yang ada,” kata Tohong yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Paluta.
Menurutnya, salah satu objek wisata religi, yakni Makam Lobe Jabal, sudah dikenal hingga luar Paluta. Namun, fasilitas penunjang masih minim, sementara akses jalan sepanjang enam kilometer menuju lokasi dinilai sempit dan kurang memadai.
“Toh, keberadaan Makam Lobe Jabal sudah populer, sehingga perlu pemugaran dan perbaikan infrastruktur jalan agar pengunjung lebih nyaman,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong Dinas Pariwisata melakukan pendataan dan menjadikan wisata religi serta budaya sebagai agenda tahunan daerah.
Menanggapi hal ini, Plt Kabid Kebudayaan Paluta, Mansur Siregar, menyampaikan apresiasi atas masukan dari masyarakat. “Kami akan menyampaikan ide-ide ini ke pimpinan untuk bisa masuk dalam program kerja kepariwisataan,” ujarnya.











