NEWS  

Keroyok Anak Desa Tanjung Morawa, 3 Warga Desa Bandar Labuhan Diringkus Polisi

Share

Tanjung Morawa, ArmadaBerita.Com

Tiga pria yang tinggal bertetangga di Komplek Perumahan Rori Nata, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, terpaksa berurusan dengan polisi.

Pasalnya, ketiganya yang bernama, Doni (35), Robet Erwin Hutapea (39), dan Lamhot Maruli (28), dilaporkan Andi Kurniawan (27) warga Desa Tanjung Morawa A, Kabupaten Deli Serdang, tertanggal 01 februari 2020 lalu, karena diduga melakukan penganiayaan secara bersama sama terhadap korban.

Kasubbag Humas Polresta Deli Serdang, Iptu Maspan Naibaho kepada wartawan, Sabtu (14/3/2020) mengatakan, ketiga tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing pada Jumat (13/03/2020) kemarin.

Hal itu dilakukan setelah menerima laporan korban dengan kejadian penganiayaan terhadap korban pada,  tanggal 31 Januari 2020 sekira pukul 19.00 WIB.

Dijelaskannya, bahwa penganiayaan itu terjadi saat korban mengunjungi rumah temannya yang bernama, Siti Aisyah di Komplek Perumahan Rori Nata, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang yang masih di lokasi kediaman para pelaku.

“Sewaktu, korban memanggil nama Aisyah berulang-ulang, namun ketiga tersangka yang sedang duduk di salah satu rumah warga yang tak jauh dari lokasi tersebut, mengikuti kata-kata panggilan korban seperti mengolok-ngolok,” ujar, Iptu Maspan.

Dianggap mengejek, korban lantas merespon dengan berkata, “biasa aja la bang” kepada para tersangka. Mendengar hal itu, ketiga tersangka berdiri menghampiri pelapor dan terlibat cek-cok mulut hingga berujung pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban.

“Ketiga pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban. Sempat di mediasi oleh perangkat desa, namun karena tidak ada titik temu maka korban melaporkan ke pihak Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang,” sebutnya.

Semtara itu, Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Sawangin SH membenarkan diamankannya ke tiga pelaku atas tuduhan penganiayaan terhadap korban.

“Ketiganya sudah kita amankan. Kini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya. (Ck)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *