NEWS  

Diamuk Si Jago Merah, Pabrik Vulkanisir Ban Tanjung Morawa Ludes Terbakar

Share

ArmadaBerita.Com, TANJUNG MORAWA – Kobaran api melahap pabrik vulkanisir ban milik PT Persahabatan di Jalan Pelita 4, Blok C 12-14 di Kawasan Industri Medan (KIM) Star, Tanjungmorawa B, Deliserdang, Kamis dini hari (12/3), sekira jam 03.15 WIB.

Minimnya peralatan, sepinya warga, membuat api cepat membesar dan meluluhlantakkan seluruh isi pabrik. N Tarigan, petugas keamanan (sekuriti) KIM Star, mengatakan dia mendapat kabar kebakaran itu dari anggotanya yang tengah patroli rutin di area komplek bisnis itu.

“Sekitar jam 03.30 WIB, saya dapat kabar. Kemudian langsung saya hubungi pihak pemadam kebakaran (damkar) Pemkab Deliserdang,” katanya.

Dia enggan berspekulasi apa penyebab kebakaran pabrik pengolahan ban bekas itu. “Cuma, informasi dari sekuriti pabrik, ada percikan api dari salah satu kabel listrik yang mengenai abu parutan ban,” sebutnya.

Untuk memadamkan api, setidaknya dibutuhkan 12 unit mobil damkar Pemkab Deliserdang dan Pemko Medan. Setelah berjibaku sekitar empat jam lebih, sekitar jam 09.00 WIB, api akhirnya bisa dipadamkan. Usai api padam, terlihat tak satupun barang di dalam pabrik yang bisa diselamatkan. Semuanya gosong.

Karyawan pabrik turut prihatin atas kebakaran yang melanda pabrik tempat mereka bekerja. “Jadi gak bisa kerjakan karena kebakaran ini. Ada ratusan orang juga karyawan di pabrik ini. Sudah pasti hilang mata pencaharian kami. Mau kerja di mana lagi kalau kayak gini, mana lebaran sudah dekat. Sementara pencarian kami cuma di pabrik ini,” ucap Af, salah seorang karyawan.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Deliserdang, Iptu Masfan Naibaho kepada wartawan, menjelaskan kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik. “Diduga korsleting listrik. Untuk kerugian materilnya diperirakan sekitar Rp2 miliar. Tidak ada korban jiwa,” sebut Masfan.

Awal kebakaran, terang Masfan, diketahui dua petugas keamanan pabrik, Idra Ramansyah (23), warga Jalan Pakam, Dusun V, Kecamatan Beringin dan Rinaldi Yusup (22), warga Desa Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, yang sedang berpatroli.

Keduanya melihat ada percikan api dari kabel listrik mengenai tumpukan parutan abu ban dan api langsung membesar. “Melihat itu, keduanya langsung berteriak kebakaran dan minta tolong.

Tepatnya sekira jam 04.15 WIB, beberapa unit mobil damkar tiba dan melakukan pemadaman.

Namun api bertambah besar, kemudian empat unit mobil damkar dari Pemko Medan tiba membantu untuk melakukan pemandaman. Setidaknya 12 mobil damkar dikerahkan dan api mulai padam sekitar pukul. 09.00 WIB,” terangnya. (Ck)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *