Medan, Armadaberita.com – Bonus Demografi 2045 menjadi momentum penting bagi pembangunan bangsa, namun di SLB Negeri Pembina, fokusnya tidak hanya pada aspek berdaya saing, melainkan juga pada pembentukan karakter dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur.
Kepala Sekolah SLB Negeri Pembina, Mardi Panjaitan, menyampaikan, “Kita perlu generasi yang siap bersaing di era globalisasi, namun tak boleh melupakan pentingnya budi pekerti dan akhlak yang luhur. Bonus Demografi 2045 haruslah ditempuh dengan menghasilkan generasi yang unggul tidak hanya dari segi kompetensi, tetapi juga moralitas.”
Proyek Penguatan Profil Belajar Pancasila (P5) di SLB Negeri Pembina diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap aspek pembelajaran. Samsudin, Ketua Panitia P5, menekankan bahwa generasi yang tangguh dan berdaya saing tinggi haruslah didasari oleh moral dan etika yang kuat.
“Penting bagi kita untuk menunjukkan bahwa keberdayaan dan moralitas bisa berjalan beriringan. Melalui P5, kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ungkap Samsudin.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam merespon Bonus Demografi 2045 dengan mencetak generasi yang bukan hanya berkompeten di dunia kerja global, tetapi juga menjadi pemimpin yang mengedepankan etika dan moralitas sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. (Dewa)











