Riau, Armadaberita.com – Kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan berhasil mengubah dinamika, terutama hubungan antara guru dan siswa. Mulai dari proses belajar, metodologi, hingga personalisasi program pembelajaran.
Hampir semua murid, guru, dan orang tua/wali murid menggunakan 2 perangkat elektronika, yaitu handphone dan laptop/PC. Belum ditambah dengan kebutuhan lainnya, seperti printer, scanner, mesin fotocopy, kamera, proyektor, eksternal disk, headset, dll. Suka atau tidak, perangkat elektronik ini suatu saat akan menemui masa akhir operasinya sehingga tidak dapat digunakan lagi atau dengan kata lain sudah menjadi sampah elektronik (e-waste).
Sampah elektronik mengandung komponen atau terbuat dari bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti timbal, merkuri, cadmium, dll yang bila dibuang sembarangan atau dikelola tidak dengan baik dapat mencemari air tanah, tanah, dan udara di sekitarnya, serta berkontribusi terhadap percepatan perubahan iklim. Setiap perangkat yang pernah diproduksi memiliki jejak karbon yang berkontribusi terhadap pemanasan global buatan manusia. Produksi satu ton laptop memiliki potensi untuk menghasilkan 10 ton karbondioksida.
Melihat kondisi demikian perlu dilakukan edukasi dan kampanye tentang pengenalan bahaya dan pengelolaan sampah elektronik (e-waste).
Hari ini, Jumat 8 September 2023, Program Bank Sampah Mengajar oleh Bank Sampah Balai Raja yang digerakkan oleh Berto Sitompul, S.Pd melakukan edukasi sampah elektronik (e-waste) dan pengumpulan sampah elektronik (e-waste collection) di SMP Swasta Cendana Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Edukasi tentang sampah elektronik ini masih minim, padahal konsumsi barang elektronik di Indonesia sangat tinggi. Program edukasi e-waste dan e-waste collection bertujuan agar pihak sekolah atau siswa mendapatkan pengetahuan seputar sampah elektronik dan cara pengelolaan sampah tersebut.
Jangan buang e-waste bercampur dengan sampah lain. Mari selamatkan lingkungan dari racun sampah elektronik. Buanglah sampah elektronik pada tempat yang tepat seperti tempat sampah elektronik di Bank Sampah. (*)











