Siantar, ArmadaBerita.Com
Diduga ada pungli yang terjadi di instansi Dinas Sosial Kota Pematang Siantar. Hal ini disampaikan warga net di akun Facebook Holmes Napitu kepada awak media ini, Kamis (16/3/2023) malam pukul 21.00 WIB.
Akun Holmes Napitu mengatakan, Relawan Dinas Sosial Siantar mendata warga layak menerima bantuan, seperti kurang mampu. Namun, pendataan tersebut malah dijadikan ladang uang bagi relawan.
“Lalap pungli dimana-mana, petugas dinsos di kelurahan tanjung tongah yg bernama ibu cici juga melakukan pungli ke setiap warga yang kurang mampu. Setiap ada bantuan dari pemerintah berupa beras 10kg sebanyak 2 goni, dll. Pasti ibu cici itu minta uang ke warga penerima bantuan dengan mematok harga sebesar 100rb/org kalo tdk memberi uang itu namanya akan dihapus dari daftar penerima bantuan. Warga miskin tanjung tongah ada 25 orgx 100rb = 2,5jt, lumayan pendapatan ibucici itu yg dimintanya ke warga setiapada bantuan pemerintah. Yg tidak orgmiskin juga bisa dapat bantuan berasasal mau memberi uang 100 rb ke dia,” tulis akun tersebut.
Adanya laporan itu, awak media ini mengirim bukti tulisan akun Facebook tersebut ke grup whatsapp Peduli Sosial milik Dinas Sosial Kota Siantar.
Teranyar kiriman itu langsung mendapatkan respon dari Kabid Dinsos P3A, Risbon Sinaga dan bawahannya, Armansyah Nasution.
Risbon yang tampak kesal menyuruh bawahannya untuk menindaklanjuti adanya laporan. Kemudian, bawahan Risbon meminta agar awak media ini melakukan konfirmasi terhadap Cici, relawan.
“Tuntaskan. Klarifikasi Pak, benar atau tdk,” balas Risbon menyuruh bawahannya.
“100 rb per org. Sementara bantuan sembako, hny Rp. 200.000/ keluarga Dipungli 100.000 Logikah kah??? Lakukan investigasi,” pinta Risbon kembali.
Mendapat pesan itu, bawahan Risbon Sinaga merasa tidak yakin adanya pungutan liar yang dilakukan Relawan.
“Saya juga gak yakin…sementara kpm mencairkan sendiri uangnya..dan belanja sesuai dananya dan jumlah komoditinya di warung atau ewarung.. Harus sama2 kita tuntaskan pak,” balas dia ke Risbon.
Pasca balas membalas antara Risbon dan bawahannya di Grup, Risbon kembali menjapri whatsapp awak media ini.
“Ok. Info mu sgt berharga Tp harus terang benderang,” tulis Risbon yang tampak kelihatan seperti kesal.
Saat memberikan penjelasan agar laporan bisa ditindaklanjuti, Risbon mengatakan, harusnya laporan tidak langsung di kirim ke Grup whatsapp yang didalamnya banyak wartawan dari berbagai media.
“Terkejut bacanya. Tp kok lgsg ke Group??Sebaiknya jafri saya,” ucap Risbon.
Saat ini, Jumat (17/3/2023) pukul 10.00 WIB, Risbon kembali menelfon awak media ini. Risbon mengaku Relawan yang dimaksud ingin melakukan pertemuan.
Setelah depakat, awak media ini mendatangi Kantor Dinas Sosial yang berada di Jalan Dahlia, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat.
Cici selaku relawan pun ingin menanyakan postingan di Grup whatsapp.
Saat di sela-sela penjelasan, Risbon yang tidak mengetahui awak media ini telah berada disamping kantornya terlihat marah-marah.
Risbon kesal dengan awak media ini yang langsung mengirimkan postingan ke Grup. Dihadapan bawahannya, Risbon juga menyalahkan awak media ini.
Menghindari cekcok, awak media ini akhirnya memilih angkat kaki seraya menjelaskan, Dinas Sosial harusnya melakukan penyelidikan terkait postingan salah satu warga di Facebook. (Hay)











