Percut, ArmadaBerita.Com
Usai diamuk warga di depan SPBU H. Anif di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, akhirnya Aiptu R Simanjuntak dan penjual motor Honda Vario yang bernama, Jastra Sandika Sihombing sepakat berdamai dan saling bermaafan.
Kesepakatan antara keduanya disampaikan langsung oleh Kapolsek Percut Sei Tuan yang baru beberapa hari dijabat AKP Jan Piter Napitupulu kepada wartawan, Minggu (14/2/2021).
Ketika ditanyain soal sempat diborgol dan diamankannya seorang polisi berinisial Aiptu R Simanjuntak akibat teriakan maling dari penjual sepeda motor tersebut, AKP Jan Piter mengirim balasan dengan video permintamaafan antara kedua belah pihak.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria yang merupakan oknum anggota Polri berinisial R Simanjuntak (57) warga Jalan Tangguk Bongkar II, Tegal Sari, Mandala 2, Kecamatan Medan Area babak belur hingga berlumuran darah usai dihajar warga masyarakat di Jalan Cemara, tepatanya di depan SPBU H. Anif Medan, Minggu (14/2/2021) malam.
Menurut informasi yang dihimpun diamuknya polisi berpangkat Aiptu itu karena berselisih dengan Jastra Sandika Sihombing (23) warga Jalan Paluh Merbo, desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Perselisihan berawal saat Jastra ingin menjual sepeda motor Honda Vario warna Merah. Nah, Aiptu R Simanjuntak berminat melaganya dengan sepeda motor Yamaha RX King. Pada Sabtu tangga 13 Februari 2021 sekitar pukul 18.20 WIB, keduanya lantas sepakat COD-an alias cash on delivery atau bertemu di tempat yang mereka sepakati.
Mereka lalu bertemu di Jalan Williem Iskandar/Jalan Pancing Medan. Ketika bertemu, Aiptu R Simanjuntak malah mengendarai mobil Avanza tanpa membawa sepeda motor RX King yang dijanjikan. Sedangkan Jastra membawa sepeda motor Honda Vario warna Merah dan sempat menyerahkan ke Aiptu R Simanjuntak.
Akan tetapi, R Simanjuntak langsung mengakui bahwa dirinya adalah anggota polisi dan meminta menunjukan surat BPKB kendaraan Honda Vario tersebut. Jastra yang saat itu tak mampu menunjukan BPKB kendaraannya disuruh paksa masuk ke dalam mobil Aiptu R Simanjuntak.
Merasa ketakutan akhirnya Jatra pun naik ke dalam mobil. Ternyata di dalam mobil sudah ada dua teman R Simanjuntak dengan sebutan Penger dan Budi. Mereka pun mengintrogasi Jastra soal memperoleh sepeda motor itu. Dari dalam mobil itu Penger dan Budi yang sempat menanyai Jastra berhasil mengetahui bahwa sepeda motor hanya memiliki dokumen STNK itu diperoleh Jastra dari seorang pria bernama Yusuf dan Jastra diminta untuk menelfon rekannya itu (Yusuf).
Sambil berjalan, mobil yang mereka kendarai pun melintas di Jalan Cemara, persis di depan SBU H. Anif, Jastra disuruh turun oleh Aiptu R Simanjuntak dan rekannya, namun hal itu malah dimanfaatkan Jastra untuk berteriak minta tolong.
Alhasil jeritan tersebut memancing perhatian masyarakat yang beramai-ramai mendatangi lokasi dan meringkus Aiptu R Simanjuntak. Karena teriakan minta tolong dari Jastra, membuat Aiptu R Simnajuntak babak belur berlumuran darah. Sementara dua rekannya berhasil melarikan diri.
Beruntung setelah kejadian ini Patroli Polsek Percut Sei Tuan tiba di lokasi dan berhasil meredakan amukkan massa. Dengan wajah bonyok dan berdarah, personel Polsek Percut Sei Tuan akhirnya memboyong Aiptu R Simanjuntak berikut barang bukti mobil Avanza miliknya serta sepeda motor Honda Vario tampa dokumen milik Jastra Sihombing ke mapolsek Percut Sei Tuan. (Suriyanto/Red)











