Armadaberita.com | DUBLIN — Dunia MMA kembali diguncang dengan aksi terbaru dari Conor McGregor. Bukan karena kemenangannya di oktagon, tapi karena sikapnya di luar ring yang kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah wawancara yang viral pekan ini, McGregor menyatakan bahwa “UFC butuh saya lebih dari saya butuh UFC”, sebuah pernyataan yang langsung memicu perdebatan panas di kalangan fans dan pengamat.
McGregor, yang sudah lama tak masuk oktagon karena cedera dan berbagai drama pribadi, kini tampak lebih sibuk membangun citra sebagai selebritas daripada petarung. Ia terlihat lebih sering tampil di pesta-pesta mewah, meluncurkan minuman keras, dan mengumbar komentar tajam di media sosial ketimbang berlatih untuk pertarungan serius.
Yang lebih mengejutkan, sumber internal UFC menyebut bahwa McGregor menuntut bayaran tertinggi dalam sejarah UFC untuk kembali bertarung — sebuah langkah yang dianggap oleh banyak pihak sebagai bentuk arogansi.
“Conor bukan lagi petarung. Dia brand, dia bisnis, tapi bukan pejuang sejati,” ujar seorang mantan juara UFC yang enggan disebut namanya.
Para penggemar terpecah: sebagian masih memujanya sebagai ikon tak tergantikan, sementara yang lain menyebutnya sudah melewati masa keemasannya. Tidak sedikit yang bertanya — apakah Conor McGregor masih layak disebut petarung, atau kini hanya badut industri hiburan yang memakai sarung tangan?
Dengan UFC terus mencari lawan yang cocok dan McGregor terus menciptakan kontroversi, satu hal pasti: drama Conor belum usai — dan dunia tetap menontonnya, entah karena kagum atau karena jengah.











