NEWS  

Seorang Pelaku Jambret Tas Tewas Nabrak Tembok, Seorang Lagi Dipukuli

Share

Percut, ArmadaBerita.Com

Diduga takut tertangkap dan berusaha kabur dari kejaran korban serta warga, menyebabkan dua orang terduga penjambret tas wanita jatuh usai sepeda motor yang mereka kendarai menabrak tembok di Jalan Mansyurdin Nst/Jalan Usman Siddik Pasar IV, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, Senin (21/9/2020) sekira pukul 01.30 WIB.

Dalam kecelakaan itu, salah seorang terduga pelaku berinisial, JD (29) warga Sei Rotan, Deli Serdang, tewas ditempat.

Sementara temannya berinisial AR (30) warga Pasar 11, Desa Bandar Khalipah, selamat dari maut karena terlempar dari atas sepeda motor. Namun pria pengangguran itu sempat mendapat bogeman mentah dari warga.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Jhon Harto Panjaitan menjelaskan, kedua terduga pelaku menjambret tas sandang seorang wanita bernama, Atya Sururi, warga Kecamatan Percut Sei Tuan.

Malam dini hari itu, korban berboncengan mengendarai sepeda motor bersama pamannya, melintas di kawasan Pasar IV, Desa Bandar Khalipah.

“Tiba-tiba datang 2 orang berboncengan naik motor Honda Vario BK 4173 AFS dari arah belakang korban dan menarik tas sandang milik pelapor lalu membawa tas pelapor dengan kencang sehingga tersangka menabrak tembok dan salah seorang pelaku meninggal dunia,” terang, Iptu Jhon Harto Panjaitan.

Polisi yang mengetahui adanya terduga pelaku jambret tewas, menuju lokasi dan membawa barang bukti beserta korbannya ke kantor polisi.

“Di dalam tas korban berisi HP dan barang lainnya. Korban mengalami kerugian Rp 5 juta. Kini korban telah membuat laporan Nomor LP/ 2005/ IX/ 2020 / SPKT PERCUT tanggal 21 September 2020 an ATYA SURURI,” jelas Panjaitan.

Dari amatan di lokasi kejadian pagi tadi, terlihat bekas bercak darah korban dan serpihan pecahan sepeda motor masih berceceran di aspal dan tembok di Jalan Mansyuruddin Nasution.

Sementara pagi hari jenazah JD langsung disemeyamkan di rumah keluarganya yang tak begitu jauh dari lokasi kejadian yakni Jalan Usman Siddik, Pasar 4, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Kondisi jenazahnya sangat mengerikan, bagian kepala rusak parah,” sebut warga yang baru pulang bertakjiah dari kediaman keluarga JD.

Berdasarkan keterangan beberapa warga disana, terduga pelaku yang tewas pernah lama tinggal di kawasan Pasar IV, Desa Bandar Khalipah, sebelum pindah ke kawasan Batang Kuis.

“Orangtua dan keluarganya semua tinggal di kawasan Pasar IV ini juga. Dia (JD) anak paling kecil, cuma memang dikenal lumayan bandel gitu,” sebut, warga berinisial WM.

WM dan warga lainnya juga mengatakan bahwa JD sejak berumah tangga dan memiliki 3 orang anak, sudah menetap di kawasan Desa Sei Rotan, namun dikarenakan orangtuanya akan melaksanakan hajatan, ia datang ke rumahnya.

“Pas mau datang ke rumah orangtuanya itu, dia sama kawannya si AR berboncengan ke Pasar IV ini dan diperjalanan yang katanya dikawasan Laud Dendang, mereka melihat korban dan menjambret tasnya,” ujar warga.

Ketika berhasil merampas tas itu, keduanya yang berboncengan naik sepeda motor Honda Vario tancap gas mengarah ke Pasar IV kawasan tempat tinggal orangtuanya, namun naas, sepeda motor yang dikendarai keduanya menabrak tembok di persimpangan Jalan Mansyurdin Nst.

“Korbannya ikut mengejar kedua pelaku sambil teriak-teriak maling, sehingga warga jadi ramai dan kedua pelaku nabrak tembok. Temannya sempat melompat dan bersembunyi di pepohonan pisang, tapi ketangkap oleh warga dan dipukuli,” beber warga lagi.

Atas kejadian itu, warga berharap agar teman pelaku yang diamankan pihak kepolisian segera diproses sesuai hukum yang berlaku dan dapat berubah serta menyadari kesalahannya. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *