Medan, ArmadaBerita.Com – Upaya agresif Polrestabes Medan melalui Gerebek Sarang Narkoba (GSN) dan patroli intensif kejahatan jalanan mulai menunjukkan hasil nyata. Dalam satu bulan terakhir, aparat berhasil mengungkap ratusan kasus, menekan angka kejahatan, sekaligus memberi efek jera bagi pelaku kriminal di Kota Medan.
Polrestabes Medan mencatat capaian signifikan sepanjang April 2026 dengan mengungkap 250 kasus kriminal yang melibatkan 290 tersangka. Dari jumlah tersebut, 16 di antaranya merupakan residivis, sementara 7 tersangka lainnya diketahui terlibat dalam 22 laporan polisi berbeda di berbagai wilayah hukum.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan bahwa strategi kombinasi antara patroli rutin dan Gerebek Sarang Narkoba (GSN) terbukti efektif menekan aktivitas kriminal, khususnya kejahatan jalanan dan peredaran narkotika.
“GSN dan patroli di titik-titik rawan terbukti ampuh memberikan efek jera,” papar Jean Calvijn dalam konferensi pers pengungkapan dan pengembalian barang bukti kasus kejahatan jalanan, aksi premanisme, perjudian dan narkoba selama sebulan terakhir ini di Mapolrestabes Medan, Senin (4/5/2026).
Dari sisi kejahatan jalanan, sebanyak 117 kasus berhasil diungkap, meliputi pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Curanmor menjadi kasus paling dominan, dengan 130 unit kendaraan berhasil diamankan dan kini siap dikembalikan kepada pemiliknya.
Menariknya, angka kasus curas menunjukkan tren penurunan signifikan. Dalam periode ini, hanya tercatat tiga kasus, turun drastis hingga sekitar 14 persen dibanding periode sebelumnya. Meski demikian, aparat menegaskan tidak akan lengah terhadap potensi kejahatan yang masih ada.
Di sisi lain, pemberantasan narkoba juga dilakukan secara masif. Sebanyak 119 kasus narkotika berhasil diungkap dengan 148 tersangka diamankan. Operasi GSN dilakukan di 15 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan yang selama ini dikenal rawan seperti Sibolangit, Percut Sei Tuan, hingga Medan Sunggal.
Dalam operasi tersebut, petugas menyita barang bukti dalam jumlah besar, mulai dari ribuan butir ekstasi, sabu seberat lebih dari dua kilogram, hingga ribuan cartridge liquid vape yang diduga mengandung zat berbahaya.
Tak hanya penindakan, Polrestabes Medan juga mengedepankan patroli gabungan bersama TNI serta pendekatan edukatif kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kejahatan sejak dini sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.
Kapolrestabes menegaskan bahwa pihaknya akan terus memetakan wilayah rawan baru, termasuk area sekitar rel kereta api dan titik-titik yang kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba.
Dengan capaian ini, Polrestabes Medan mengirim pesan tegas bahwa ruang gerak kejahatan di kota tersebut semakin menyempit. Namun di balik angka-angka keberhasilan itu, tantangan masih terbuka dan konsistensi penegakan hukum menjadi kunci untuk menjaga tren positif ini tetap bertahan.











