Deli Serdang, ArmadaBerita.Com
Puluhan emak-eemak dan warga komplek perumahan BTN Bakaran Batu Kelurahan Lubuk Pakam Pekan, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang demo ke pembangunan menara tower telekomunikasi di dekat musholla yang ada di dalam komplek Senin, (14/9/2020).
Mereka memprotes dan mengusir pekerja yang mau melakukan pemasangan, karena tower yang mau dibangun hanya berjarak hitungan langkah dengan Mushola atau hanya berjarak 10 meter saja dari Musholla Nurul Ikhlas bahkan sangat dekat dengan perumahan BTN Bakaran batu.
Beragam kalimat yang diucapkan oleh warga menentang pekerjaan pembangunan tower tersebut. Tampak kalau yang paling banyak berkomentar adalah kalangan emak-emak. Satu diantaranya adalah Hj Rukiah Dalimunte.
“Enak kali kalian mau buat tower di sini. Langkahin dulu mayat ku. Pergi kalian dari sini. Ini komplek jangan suka-suka kalian di sini. Ada musholla di sini. Kalau mau bangun rumah besar-besar kayak istana silahkan. Tapi kalau tower jangan coba-coba,” kata Hj Rukiah.
Saat emak-emak menyampaikan aspirasinya, tidak ada dari pekerja dan pengawas yang berani berucap. Mereka tampak terdiam tanpa mengelurkan sepatah kata.
Ketua Badan Kemakmuran Musholla Nurul Ikhlas, Faisal menyebut lahan kosong samping musholla yang ingin dibangun tower itu adalah milik seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Feri yang mereka tidak ketahui secara pasti dimana tugasnya dan tinggalnya.
Sebelumnya sejak dari tahun 2019 warga perumahan komplek didekati oleh pihak yang ingin melakukan pembangunan tower. Menurutnya warga telah sepakat untuk menolak pembangunan tower karena jaraknya begitu dekat dengan musholla.
Warga mengaku menolak keberadaan tower karena tidak mau kesehatan kami terganggu.
“Taunya kami bagaimana permainan tower ini, pertama satu provider dulu nanti setelah berdiri semua bergabung di atas. Warga di sini jugakan mau tenang beribadah. Kami di sini tidak pernah memberi izin di dekat musholla ini ada tower dan tadi sudah kita tanya sama orang Dinas Perizinan juga belum ada izinnya ini. Sampai kiamat pun kami warga enggak akan pernah setuju di dekat musholla kami ini ada tower,” cetus Faisal.
Warga juga mengatakan kalau mereka sudah pernah mengumpulkan tandatangan dan membuat penyampaian penolakan kepada Pemkab.
Selain dikirimkan ke Dinas Perizinan juga disampaikan ke Satpol PP dan ditembuskan ke Bupati Deliserdang dan DPRD Deliserdang. Atas nama warga lainnya ia meminta agar dalam hal ini Pemkab juga bisa menertibkan pembangunan tower di dekat musholla mereka ini.
Sementara itu para pekerja tower yang mengorek pondasi banyak menutup mulut, salah satu pekerja menyebutkan ia hanya sebagai buruh bangunan saja.
“Saya hanya kerja bang, gak tau soal izin ini,” aku para pekerja itu.
Beberapa menit warga sempat berdebat dengan salah satu penanggung jawab bangunan tower, disitu disebut-sebut penanggung jawab bernama Sarani (laki laki) bahwa ini tower Smartfren.
Ia mengaku bahwa bangunan ini hanya mengambil Sempel tanah saja dan belum tahu apa yang hendak dibangun.
“Ia Smartfren. Kami hanya mengambil Sempel tanah saja,” kilah Sarani.
Terpisah Ketua Fraksi PAN DPRD Deli Serdang Bayu Sumantri Agung meminta agar Pemkab Deli Serdang tegas dalam hal ini terutama dalam izin mendirikan tower.
“Trantib Lubuk Pakam jangan diam aja, juga satpol Deli Serdang. Tak ada yang boleh membangun tower sebelum ada izin IMB nya” tegas Bayu Sumantri Agung yang rumahnya juga di komplek BTN Bakaran Batu.
Ia mengatakan Pemkab Deli Serdang harus jeli dengan izin tower ini, soalnya diduga banyak terjadi temuan temuan soal izin Tower tersebut.
“Jangan mentang-mentang yang ngurus ada oknum, langsung di beri ijin. Pemkab Deli Serdang harus mengkaji terlebih dahulu, melihat situasi masyarakat disekitar, jangan asal memberi izin saja, soalnya saya menduga persoalan tower ini banyak bermasalah dan sudah jadi temuan,” duga Bayu Sumantri Agung.
Sementara itu Camat Lubuk.Pakam Kurnia Boloni Sinaga menyebutkan bahwa izin tower yang di kompleks perumahan BTN Bakaran Batu itu belum berizin.
“Belum ada ijin, suda kita stop,” kata Kurnia Boloni Sinaga saat ditanyai wartawan. (Ck)











