NEWS  

Bantu Korban Kebakaran Malah Ditentang Warga, Pak Alun: Niat Baik Harus Dilakukan

Kondisi salah satu rumah yang terbakar di Jalan Brigjen Katamso, Gang Family, Lingkungan I, Medan. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Kebakaran lima unit rumah di Jalan Brigjen Katamso Gang Family, Kota Medan pada Jumat (10/1/2025) lalu, masih menyisakan puing-puing rongsokan rumah dan kesedihan bagi para korban. Hal ini membuat seorang Dermawan bernama Harun atau akrab disapa Pak Alun atau Pak Ci tergerak hati untuk memberikan bantuan, Rabu (15/1/2025).

Dengan membawa bantuan berupa bahan makanan dan barang keperluan lainnya, tokoh masyarakat yang tinggal di Jalan Berlian Sari, Kel Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor datang ke lokasi kebakaran dan bertemu dengan para korban.

Ketua Yayasan Budi Luhur itupun menyerahkan bantuan yang dibawa. Namun seketika, bak disambar petir di siang hari, pria uzur yang sudah berusia 73 tahun itu mendapat penolakan dari seorang wanita berinisial AC.

Wanita yang tinggal tidak jauh dari rumah kebakaran itu melarang Pak Alun memberikan bantuan kepada para korban. Bahkan, AC berteriak-teriak memprovokasi warga untuk mengusir korban kebakaran dari daerah tersebut.

Suasanapun sempat ribut. Para korban kebakaran merasa terusik ketenangannya. Pak Alun juga sempat tersulut emosi namun dia menyadari tidak semua orang suka dengan perbuatan baik. Akhirnya Pak Ci berusaha menenangkan hati dan sempat memperingatkan wanita paruh baya itu agar tidak melarang niat baiknya memberikan bantuan kepada korban kebakaran.

Akan tetapi, AC bagaikan tidak perduli. Dia menuding para korban kebakaran bisa membahayakan keselamatan mereka jika api merembet sampai ke rumahnya.

Disambangi di rumahnya, Rabu (15/1/2025) siang, AC sempat tidak mau keluar dari rumahnya namun setelah disebut dari media, Acu membuka pintu dan sempat berdialog.

Raut wajahnya terlihat tegang suaranya juga keras seolah masih menyimpan amarah.

Ketika ditanya alasan marah dan melarang pak Alun memberikan bantuan kepada korban kebakaran, Acu sempat terdiam. “Saya takut api merembet ke rumah saya. Dia (Pak Harun) membuat dapur umum, bagaimana kalau kampung ini terbakar,” katanya dengan nada tinggi.

Namun akhirnya ibu rumah tangga itu pasrah dan membiarkan siapapun yang mau memberikan bantuan kepada para korban kebakaran tersebut.

“Terserah, siapapun yang mau memberikan bantuan, saya tidak perduli,” ucapnya sembari menutup pintu rumahnya.

Sementara itu, Pak Harun alias Pak Alun yang dimintai tanggapannya mengaku sangat menyesalkan sikap perempuan tersebut yang tidak senang melihat kedatangannya memberikan bantuan kepada korban kebakaran.

“Saya sangat heran, kok ada orang lain yang tidak punya rasa belas kasihan melihat tetangganya yang tertimpa musibah. Sebagai orang yang beriman apalagi bertetangga, tidak seharusnya seorang perempuan bernama AC merasa iri, dengki dan marah bila ada orang yang datang memberikan bantuan. Bagaimana kalau terhadap diri dia mendapat musibah tapi dilarang orang lain ada yang mau memberikan bantuan,” kata Pak Ci dengan nada sedih.

Dia mengatakan bahwa niat baik harus dilakukan. “Semoga tidak ada lagi orang lain sekeras hati AC, dan saya doakan timbul perasaan iba dari diri dia,” harap Pak Harun.

Sementara itu, korban kebakaran menyampaikan terimakasih kepada pak Harun yang berhati mulia bersedia membantu dengan bahan makanan dan keperluan sehari-hari.

“Kami mendoakan semoga pak Harun diberikan kesehatan, panjang umur dan dilimpahkan rezeki,” katanya.

Sejumlah warga Delitua menyampaikan dukungan kedermawanan Pak Alun yang tanpa pamrih menyisihkan rezekinya untuk membantu warga yang tertimpa musibah. Banyak orang kaya dan berkecukupan namun niatnya menyisihkan rezeki kepada orang yang tertimpa musibah atau kepada orang ekonomi lemah tidak mau, tapi pak Harun diusianya yang senja masih berusaha bersedekah.

“Kami melihat selama ini, kalau pak Ci tidak melihat latar seseorang yang akan dibantu. Sudah banyak warga Delitua dan Medan Johor yang dibantunya, bukan hanya warga turunan tapi warga pribumi sudah banyak yang dibantu. Bahkan, beliau dalam setiap hari besar keagamaan seperti bulan Ramadhan, sering memberikan bantuan ke masjid dan kepada warga yang membutuhkan. Demikian juga ketika terjadi covid-19,” tuturnya.

Dia berharap supaya Pak Alun sehat dan panjang umur serta rezekinya berlimpah agar supaya bisa membantu masyarakat yang terdampak musibah dan orang kurang mampu.

“Tidak semua manusia bisa menerima kebaikan orang lain, pasti ada yang iri, benci bahkan tidak suka. Bahkan, yang baikpun dilakukan belum tentu semua orang bisa menerima. Pun demikian, sosok Pak Harun tidak kendor semangat. Tidak akan ada orang yang jadi miskin karena suka bersedekah dan Tuhan akan selalu mencukupkan. Tuhan pasti melimpahkan rezeki buatnya,” ujar seorang pedagang yang memakai jalan menuju rumah Pak Alun untuk berjualan.

Diketahui, kondsi 5 unit rumah yangvterbakar kini sudah diberi arus polisi. Kuat dugaan kebakaran akibat arus pendek listrik. Meski tidak menyebabkan korban jiwa, namun musibah itu menimbulkan kerugian materil mencapai puluhan juta rupiah.

Hingga kini, Polsek Deli Tua masih melakukan penyelidikan motif kebakaran. Sementara para korban kebakaran terpaksa menumpang di rumah keluarganya masing-masing menunggu ada dana atau donatur untuk membantu membangun rumah mereka. (Asn/Jm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *