Armadaberita.com | MEDAN – Pemilik Usaha Dagang (UD) Sahabat Tani di Kualuh Hilir, Labuhanbatu Utara, Harman Syahri, membantah tegas tudingan penyelewengan pupuk bersubsidi yang belakangan ramai beredar. Ia menegaskan, seluruh proses distribusi telah mengikuti mekanisme resmi sesuai e-RDKK dan pengawasan ketat dari Pupuk Indonesia (PI).
“Tidak mungkin menyalurkan pupuk di luar daftar penerima, karena semuanya diawasi lewat aplikasi Rekan Kios dan iPubers. Kalau ada pelanggaran, sanksinya berat,” ujar Harman, Jumat (18/4/2025) malam.
Ia juga meluruskan tudingan soal harga jual dan aktivitas bongkar muat pupuk di Pelabuhan Tanjungbalai. Menurutnya, distribusi via jalur sungai dilakukan karena akses darat ke Kualuh Hilir sangat sulit. “Bukan penyelewengan, justru solusi logistik agar pupuk cepat sampai ke petani,” tegasnya.
Harman menjelaskan, seluruh proses permohonan, transaksi, dan penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan secara transparan dan terdokumentasi dengan sistem digital. “Pupuk yang dibongkar di pelabuhan sudah tiba di kios kami. Tidak ada celah untuk penyelewengan,” pungkasnya. (*)











