Medan, Armadaberita.com – Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, tokoh kunci dalam penanganan pandemi Covid-19, meninggalkan duka mendalam di masyarakat Indonesia. Jenderal bintang tiga ini berpulang pada Minggu (3/12), meninggalkan warisan dedikasi dan legasi kuat dalam penanganan bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meratapi kepergian Doni Monardo, yang berperan sentral selama pandemi. Jenderal yang menjaga integritas lingkungan dengan menghabiskan satu setengah tahun di kantor BNPB ini, meninggal karena sakit pada usia 58 tahun.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan duka cita atas kepergian Doni Monardo. Suharyanto menekankan dedikasi luar biasa almarhum dalam menghadapi bencana alam dan pandemi Covid-19.
“Kita kehilangan sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam penanggulangan bencana, dan juga pengendalian Covid-19,” ujar Suharyanto sebelum bertolak menuju lokasi bencana di Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (4/12).
Doni Monardo, Ka-Satgas Covid-19, memimpin perencanaan dan koordinasi sejak awal penyebaran virus di Indonesia. Melibatkan kementerian/lembaga, TNI, dan Polri, ia mengantisipasi penyebaran virus melalui pintu masuk negara.
Jargon ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’ yang ditinggalkan Doni, menjadi prinsip penghargaan pada kehidupan alam semesta. BNPB akan terus mengimplementasikannya melalui berbagai upaya mitigasi vegetasi untuk mengurangi risiko bencana.
Selain berfokus pada pandemi, Doni Monardo mengingatkan pentingnya kolaborasi pentaheliks (lima unsur) dalam penanggulangan bencana di Tanah Air. Jenderal yang menjabat sebagai Kepala BNPB periode 2019-2021 ini, menunjukkan kepemimpinan yang menginspirasi.
BNPB berkabung selama tiga hari ke depan sebagai penghormatan terakhir. Suharyanto berharap seluruh entitas penanggulangan bencana di tingkat pusat dan daerah dapat mengenang, mengapresiasi, dan melanjutkan langkah-langkah yang telah ditempuh oleh almarhum.
Pemakaman Doni Monardo di Taman Makam Pahlawan Kalibata hari ini diselenggarakan dengan upacara militer. Prosesi pelepasan berlangsung di Balai Markas Komando Kopassus, Cijantung.
Terima kasih, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, atas jasa dan karya kemanusiaan untuk Indonesia. Selamat jalan.











