CIBINONG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Tadulako untuk riset reproduksi dan genetika pada ruminansia lokal Sulawesi Tengah. Program ini menargetkan peningkatan mutu genetik dan produktivitas ternak pemamah biak seperti sapi, kerbau, dan domba.
Perjanjian kerja sama ditandatangani antara Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN dan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako dalam Rapat Koordinasi Tahun 2026 di Auditorium Lantai 6, KKB Kusnoto – Bogor, Kamis (5/2).
Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, Prof. Damry HB, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang fokus pada Sapi Donggala, salah satu rumpun sapi lokal yang telah diakui Kementerian Pertanian. Ke depan, riset akan diperluas pada kerbau dan ternak lokal endemik lainnya yang masih membutuhkan kajian mendalam.
Peneliti PRZT BRIN, Tulus Maulana, menambahkan bahwa riset Sapi Donggala dari aspek genetika dan reproduksi telah rampung dan kini dilanjutkan dengan penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk bibit sapi tersebut. Selanjutnya, penelitian akan mencakup Domba Palu, kerbau lokal Sulteng, serta satwa endemik Anoa.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pengembangan dan pelestarian sumber daya genetik ruminansia lokal, sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.











