Medan  

Rico Waas Siapkan “Mesin Uang” Baru! Empat Aset Diprioritaskan, Pemko Medan Targetkan PUD Pembangunan Jadi Penggerak PAD

Share

Medan, Armadaberita.com – Wali Kota Medan, Rico Waas, menegaskan langkah pembenahan total terhadap PUD Pembangunan Kota Medan. Ia memprioritaskan empat aset utama sebagai “mesin profit” baru untuk membangkitkan kembali BUMD yang selama ini terseok secara finansial.

Pernyataan itu disampaikan dalam paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan periode 2026–2030 di Balai Kota Medan, yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran direksi perusahaan.

Menurut Rico Waas, PUD Pembangunan tidak bisa lagi dikelola dengan pola lama. Reformasi manajemen, disiplin bisnis, dan orientasi profit menjadi syarat mutlak untuk mengubah perusahaan yang kini masih defisit.

Dari lima unit usaha yang ada—Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan, dan Rusunawa Amplas—empat dinilai memiliki potensi besar untuk menghasilkan keuntungan jika dikelola secara profesional.

Salah satu yang paling disorot adalah PKTM seluas 12,5 hektare, namun baru dimanfaatkan sekitar 4 hektare. Artinya, masih terdapat 7–8 hektare lahan tidur yang belum digarap maksimal. Rico membuka opsi kerja sama dengan pihak ketiga apabila keuangan daerah belum memungkinkan investasi penuh.

“Kalau keuangan kita berat, ayo kerja sama. Tapi ini harus bergerak. Jangan stagnan,” tegas Rico.

Pemko Medan juga menyatakan siap memperbaiki akses jalan menuju kawasan PKTM untuk meningkatkan nilai bisnisnya.

Dua aset lain yang berada di pusat kota—Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja—dinilai mestinya menjadi sumber pendapatan paling produktif. Namun Rico menekankan bahwa bisnis di kawasan strategis hanya bisa untung jika ditopang fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Ia mengingatkan agar tidak ada perubahan fungsi utama, khususnya Kolam Renang Deli.

“Jangan hilangkan fungsinya. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Kembangkan, tapi jangan berubah,” ujarnya.

Rico juga membuka kemungkinan penyertaan modal, namun dengan catatan: rencana bisnis harus komprehensif dan realistis.

Sementara itu, Dirut PUD Pembangunan, Septianus Bate’e, memaparkan kondisi riil perusahaan yang masih defisit rata-rata Rp289 juta per bulan. Unit pergudangan menjadi penyumbang terbesar pendapatan (73,25 persen), namun beban operasional Rp367 juta per bulan, PBB Rp1,2 miliar per tahun, serta tunggakan hak pegawai membebani keuangan perusahaan.

Menurutnya, Kolam Renang Deli dan Medan Zoo masih merugi, sementara Gelanggang Remaja dan Rusunawa Amplas mencatatkan surplus tipis. Direksi periode 2026–2030 telah memulai pembenahan internal, termasuk digitalisasi sistem keuangan bersama Bank Sumut, audit operasional, penyusunan SOP dan KPI dengan target kepatuhan 95 persen, efisiensi biaya, hingga target nihil temuan audit.

Septianus juga mengungkap rencana transformasi Medan Zoo melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan agar kembali menarik dan kompetitif.

Pemko Medan menargetkan BUMD ini bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi penyumbang nyata PAD. Dengan fokus pada tiga hingga empat aset prioritas, PUD Pembangunan diharapkan bangkit bertahap, sehat, dan berorientasi profit tanpa meninggalkan fungsi sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *