Medan  

Pelayanan Publik Tak Cukup Dinilai Angka, Wali Kota Medan Minta ASN Hadir dengan Empati

Share

ARMADABERITA.COM, MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak bisa semata-mata diukur dari capaian angka dan penilaian administratif. Menurut dia, tolok ukur utama keberhasilan pelayanan adalah kepuasan masyarakat yang merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Kerja IV Pembangunan Kota Medan bertema Peningkatan Kualitas dan Cakupan Pelayanan Publik di Balai Kota Medan, Kamis (22/1/2026). Rapat ini dihadiri pimpinan perangkat daerah serta para camat se-Kota Medan.

Rico Waas mengingatkan, meskipun Pemerintah Kota Medan meraih nilai A dalam kinerja penyelenggaraan pelayanan publik pada 2025, capaian tersebut belum berarti apabila masih banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan.

Menurutnya, penilaian terbaik tidak tercermin di atas kertas, melainkan dari ekspresi dan kepuasan warga saat berurusan dengan pemerintah. Ia menilai keluhan publik merupakan sinyal bahwa sistem pelayanan belum berjalan optimal.

Dalam arahannya, Rico Waas menekankan bahwa pelayanan publik bukan hanya persoalan teknis dan struktur birokrasi, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia. Ia menyoroti pentingnya kemampuan aparatur dalam berkomunikasi dan membangun pemahaman masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

Ia menambahkan, layanan pemerintah tidak cukup hanya disediakan, tetapi harus dipastikan dapat dipahami, mudah diakses, dan dirasakan manfaatnya oleh warga. Oleh karena itu, sikap empati dan kemampuan mendengar keluhan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelayanan publik.

Rico Waas juga menyoroti perlunya integrasi dan sinkronisasi antarperangkat daerah. Ia mengingatkan agar setiap unit kerja tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi, karena pelayanan publik yang baik membutuhkan pola kerja bersama yang saling mendukung.

Dalam rapat kerja tersebut, sejumlah perangkat daerah, di antaranya Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Kesehatan, memaparkan capaian kinerja dan rencana aksi pelayanan publik tahun 2026. Paparan tersebut ditanggapi langsung oleh Wali Kota dengan sejumlah catatan dan masukan kritis.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman menegaskan pentingnya kejelasan standar operasional prosedur dalam setiap layanan publik. Ia menilai kepastian layanan menjadi kebutuhan utama masyarakat agar merasa nyaman dan percaya terhadap pemerintah.

Pemerintah Kota Medan berkomitmen terus melakukan pembenahan pelayanan publik secara berkelanjutan dengan menempatkan kepuasan masyarakat sebagai indikator utama, sejalan dengan upaya membangun birokrasi yang adaptif, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *