Medan  

Jejak Ekstasi di Balik Dentuman Musik: Pengungkapan yang Membuka Wajah Lain Cafe Terbul

Share

Medan, Armadaberita.com — Di balik lampu gemerlap dan dentuman musik yang mengisi malam di Cafe Terbul Pancur Batu, siapa sangka ada lalu lintas pil ekstasi yang bergerak senyap. Tempat hiburan malam itu tampak seperti ruang hiburan biasa—hingga Kamis malam berubah menjadi panggung penindakan.

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan masuk diam-diam, lalu memecah ingar-bingar cafe menjadi keheningan. Dalam waktu singkat, 25 orang digiring keluar. Lima di antaranya bukan tamu—melainkan karyawan yang justru mengelola aliran narkotika di tempat mereka bekerja.

“Kasir, pramusaji, sampai pengawas ikut terlibat,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn, ketika memaparkan hasil penggerebekan di lokasi, Sabtu (6/12/2025). Pernyataan itu bukan dugaan. Barang bukti 36 pil ekstasi dan satu butir Ermin menunjukkan aktivitas yang sudah berjalan sistematis.

Dari 25 orang yang diamankan, 20 pengunjung terbukti positif narkoba dan kini mengarah pada rehabilitasi—sebuah gambaran bahwa peredaran tidak hanya berjalan dari balik meja kasir, tetapi mengalir mulus hingga meja pelanggan.

Sementara itu, dua sosok yang disebut sebagai pemilik, berinisial M dan H, belum tertangkap. Nama mereka kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), menambah satu babak baru dalam kasus ini: pengejaran mereka yang diduga berada di puncak rantai peredaran.

Di luar gedung, Kepala Dusun III Pasti Sitepu memberi pernyataan yang mencerminkan kegelisahan warga sekitar. “Kami berharap cafe ini ditutup,” ucapnya singkat. Bukan tanpa alasan—kehadiran THM ini memang lama dikeluhkan sebagai titik kerawanan.

Pengungkapan ini menjadi gambaran lebih besar tentang bagaimana peredaran narkotika tidak selalu bergerak di ruang gelap, tetapi juga bersembunyi di balik lampu sorot panggung dan gelas-gelas minuman.

Polrestabes Medan menyebut penindakan ini sebagai langkah untuk membersihkan kawasan Pancur Batu dari jaringan narkotika. Namun jejak yang tertinggal justru mengungkapkan kenyataan lain: bahwa kadang, tempat yang paling terang justru menyimpan bayangan paling pekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *