Ahmad Qosbi Pesankan Kloter 17 Agar Tidak Berfoto Selfi Saat Tawaf

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Kakanwil Kemenang Sumut, H. Ahmad Qosbi Nst, S.Ag, MM selaku Ketua PPIH Medan berpesan kepada jamaah calon haji di Kelompok Terbang (Kloter) 17 agar tidak berfoto-foto selfi pada saat melakukan tawaf di Makkah.

“Saya ingatkan jamaah Sumut lebih-lebih kloter 17 kalau beribadah di Masjidil Haram, beribadah di Masjid Nabawi, tak usah foto-foto. Apalagi sholat pun di fotonya, mengaji, tawaf pun selfi, ini hajinya tidak sah,, jauh dari Mabrur,” tegas Ahmad Qosbi saat melepas keberangkatan 360 jamaah calon haji asal Binjai dan Medan di Asrama Haji Medan, Jum’at (31/5/2024)

Meskipun pada prinsipnya, jelas Ahmad Qosbi, pembuatan rekaman video atau audio cukup longgar diberlakukan oleh otoritas di Arab Saudi. Ini dibuktikan banyak jemaah yang melakukan perekaman saat kumandang azan, proses tawaf, sai, tahalul, berdoa di Raudlah, dan lain sebagainya. Bahkan aturan larangan selfie pun juga ketat.

Aturan lain yang perlu diperhatikan betul oleh jemaah haji Indonesia adalah jangan sekali-kali mengambil barang yang tergeletak di masjid dan sekitarnya. Sebab, kata Ahmad Qosbi, meski niat jamaah adalah baik untuk mengamankan barang tersebut, namun bisa dimaknai lain, seperti mencuri dan sebagainya. “Ratusan CCTV yang berada di dalam dan luar masjid akan bisa menangkap pergerakan jemaah yang dicurigai tersebut,” sebutnya.

Untuk itu, imbuh Kakanwil, jika menemukan barang berharga yang tercecer atau tergeletak, lebih baik segera menghubungi petugas terdekat. Selanjutnya petugas itu yang akan mengamankan sehingga jemaah aman.

Kepada petugas kloter 17 Kakanwil meminta jangan membeda-bedakan jamaah semuanya tamu Allah. Pesannya kepada petugas haji agar menanamkan niat layani seluruh jamaah. “Karena Allah telah memberi hidayah kepada petugas yang dihunjuk, selain sebagai tamu Allah tapi juga sebagai pelayan tamu Allah, doanya dilipatgandakan asalkan dengan ikhlas dan tulus pasti surga yang didapatkan,” sebutnya.

Kemudian, dia berpesan agar niatkan dalam hati selama bisa menolong, bantu tolong jamaah lain. “Niat yang seperti itu pasti urusan akan dimudahkan Allah SWT,” ujarnya.

Kemudian dijelaskannya bahwa lama masa berangkat ke tanah suci tersebut selama 40 hari, dan yang menentukan maburur tidaknya haji tersebut ketika pelaksanaan wukuf. Wukuf hanya waktunya 6 jam dimulai waktur Dzuhur telah masuk waktu wukuf. Setelah 6 jam itu bersiap-siap ke Musdalifah.

“Selama 6 jam itu, minta ampun terlebih dahulu kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah dilakukan, setelah itu berdoa bertaubat tidak mengulangi kesalahan. Kemudian berdoa agar bahagia dunia akhirat seluruh keluarga, keturunan sampai ke anak cucu dipanggil Allah sebagai tamunya di Arafah,” bilangnya.

Diketahui pemberangkatan Kloter 17 ini menuju “Tanah Suci” terdiri dari 305 calon jamaah haji asal Binjai, 47 orang asal Medan, ditambah petugas haji 8 orang. Untuk calon jemaah haji tertua di Kloter ini bernama Rahmat Kasan (86 tahun), dan jemaah termuda bernama M.Fahru Reza (19 tahun). (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *