Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan IV 2025 Naik, Struktur Tetap Sehat di Tengah Ketidakpastian Global

Foto Ilustrasi: Pinjaman Indonesia ke luar negeri. (ABC/Ai)
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com – Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 tercatat tetap terjaga dengan struktur yang sehat, meskipun nilainya mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi yang dipublikasikan melalui situs BI, Rabu (18/2/2026).

Total ULN Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 431,7 miliar dolar AS, meningkat dari 427,6 miliar dolar AS pada triwulan III 2025. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik.

ULN pemerintah tercatat sebesar 214,3 miliar dolar AS, meningkat dari 210,1 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring tetap kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Sebagai instrumen pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara hati-hati, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya difokuskan untuk mendukung program prioritas nasional, antara lain: jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,1%), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,8%), pendidikan (16,2%), konstruksi (11,7%), transportasi dan pergudangan (8,6%).

Struktur ULN pemerintah hampir seluruhnya merupakan utang jangka panjang, dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

Berbeda dengan sektor publik, ULN swasta pada triwulan IV 2025 tercatat 192,8 miliar dolar AS, turun dari 194,5 miliar dolar AS pada triwulan III 2025. Penurunan ini terutama berasal dari berkurangnya utang perusahaan nonlembaga keuangan.

Secara sektoral, ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang 79,9% dari total ULN swasta. Struktur ULN swasta juga didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 76,3%.

Rasio ULN terhadap PDB Tetap Aman

Bank Indonesia menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin dari: rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9%, dominasi utang jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total ULN.

Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan ULN guna menjaga stabilitas perekonomian. ULN juga akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan tetap meminimalkan risiko.

Data lengkap mengenai perkembangan ULN Indonesia tersedia dalam publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Februari 2026 yang dapat diakses melalui situs resmi Bank Indonesia serta Kementerian Keuangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *