Medan, ArmadaBerita.Com
Banjir kembali melanda Kota Medan sejak sejah curahan hujan seharian di Jum’at (18/11/2022). Selain menimbulkan kerugian bagi masyarakat, banjir di Medan juga akan membuat stabilitas harga pangan di kota medan terganggu.
Dampak banjir tersebut menurut Ekonom asal Sumatera Utara Gunawan Benjamin MM, pastinya akan memicu fluktuasi pada harga pangan. Meskipun sejauh ini untuk sejumlah harga pangan yang paling sering mengalami gejolak seperti cabai, harganya masih bertahan.
Meski begitu, bilang Ketua Tim Pemantauan Harga Pangan ini, fluktuasi tidak akan signifikan. Sebab, kata dia, umumnya akhir pekan aktifitas belanja masyarakat tidak seramai hari biasa. Apalagi beberapa beberapa masyarakat Karo (dimana banyak pasokan komoditas dari Karo) dan sekitaranya banyak melakukan ibadah.
“Masalah banjir ini dari hasil pemantauan saya di lapangan, justru berpeluang memicu terjadinya penurunan harga. Karena demand atau permintaan mengalami gangguan,” kata Gunawan kepada wartawan di Medan, Sabtu (19/11/2022) sore.
Dia mengungkapkan, bahwa sejumlah pedagang di pasar induk mengeluhkan pembeli dari wilayah Kota Langsa yang sudah tidak berbelanja karena banjir. Selain itu sejumlah pedagang pengecer juga kesulitan untuk menjajakan dagangannya karena beberapa pasar tradisional terganggu karena banjir. “Pada dasarnya barang tersedia cukup, namun pembeli (pedagang pengecer) yang dinilai belum siap,” ujarnya.
Pun begitu, sebut Gunawan, banjir saat ini tidak mengganggu jalur distribusi dari petani ke pedagang besar. Tetapi Blbanjir membuat arus barang dan jasa terganggu dari pedagang besar ke pengecer. “Jadi harga saya pikir tidak perlu dikuatirkan karena banjir tersebut. Yang paling penting adalah mengupayakan bagaimana caranya agar pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat yang terdampak bisa dipenuhi,” ungkapnya.
Untuk potensi terjadinya kenaikan harga yang meroket di wilayah yang terputus arus barang dan jasa karena banjir, menurut Gunawan wilayah Kota Medan sejauh ini belum mendapatkan kabar tersebut. Justru ekspektasi kemungkinan terjadinya penurunan harga kian mencuat.
“Saya melihat ada potensi fluktuasi tajam pada sejumlah komoditas pangan yang dihasilkan wilayah sentra produksi dengan kecenderungan harga turun,” tegasnya.
Banjir juga memicu pembentukan harga di tingkat petani turun karena pembeli yang belum sepenuhnya kembali ke pasar. Namun karena bertepatan dengan akhir pekan seiring dengan petani yang memilih beribadah, maka potensi penurunan harga dapat diminimalisir.
“Yang penting banjir bisa segera surut, jika curah hujan masih tetap tinggi sebaiknya pedagang besar mengambil posisi untuk tidak banyak menyerap barang dari petani. Agar harga barang tetap terkendali dan tidak merugikan petani,” sarannya. (ASN)











