PEKANBARU, ARMADABERITA.COM – Aula TK Santa Maria Pekanbaru menjadi panggung edukasi lingkungan bagi peserta didik PAUD pada Senin (27/11/2023). Dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan,” anak-anak diajak untuk memahami dan mengelola sampah sejak dini.
Kepala TK Santa Maria, Lucia Suhartati Rahayu, S.Pd., menjelaskan kolaborasi antara TK dan Bank Sampah Mengajar bertujuan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya pengelolaan sampah. “Kami ingin para peserta didik PAUD belajar cara mengelola sampah baik organik maupun anorganik. Yang ingin kami tekankan adalah bagaimana agar para peserta didik PAUD semakin peduli terhadap lingkungan,” ujar Lucia.
Dalam kegiatan bertajuk “Sampahku Bermanfaat, Sekolahku Bersih,” peserta didik beserta orang tua aktif terlibat dalam praktik langsung. Mereka diajarkan membuat eco-enzyme dari limbah kulit buah dan melakukan pemilahan sampah. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membentuk kesadaran anak-anak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Praktisi ekopedagogik dan pendiri Bank Sampah Mengajar, Berto Sitompul, S.Pd., Gr, berbagi pesan kepada peserta didik PAUD. “Kebersihan lingkungan merupakan fondasi awal untuk lingkungan yang bersih dan sehat. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuat lingkungan yang bersih, sehat, dan indah, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya,” tuturnya.
Berto Sitompul menyampaikan kebahagiaannya dapat berinteraksi langsung dengan peserta didik PAUD. “Membentuk akhlak kepada alam melalui pendidikan peduli lingkungan hidup atau ekopedagogik terutama hidup bersih dan kelola sampah sejak dini akan terpatri lebih kuat ketimbang mengubah perilaku yang sudah terlanjur menjadi kebiasaan,” tambahnya.
Harapannya, kegiatan ini dapat berkembang secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan menjadi bekal bagi peserta didik PAUD untuk menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan mereka masing-masing, dengan bimbingan dari orang tua. (*)
Reporter: Dedy Hutajulu











