Oleh : Latif Hary Tjahjanto
Dusun Babadan, sebuah wilayah di Kabupaten Semarang, menjadi sorotan perhatian ketika kami, mahasiswa Optometri dari Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Jakarta melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata dan optimalisasi sumber vitamin A bagi masyarakat setempat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Ukrida 3” yang meliputi Ukrida Mengajar, Ukrida Membangun, dan Ukrida Melayani, yang bertujuan untuk membentuk karakter dan soft skills para mahasiswa.
Kehadiran kami di Dusun Babadan direspons dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat. Penyuluhan mengenai bahaya kekurangan vitamin A dan pentingnya menjaga kesehatan mata menjadi topik utama yang disampaikan dengan penuh keseriusan.
Kekurangan vitamin A seringkali menjadi masalah kesehatan yang serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, dan dapat menyebabkan berbagai masalah mata termasuk kebutaan malam dan keratitis. Karena itu, deteksi dini dan pencegahan kekurangan vitamin A menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesehatan mata di masyarakat.

Andi Setiawan, seorang tokoh masyarakat di Dusun Babadan, turut mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan ini. Dia menyambut dengan hangat upaya kami dalam memberikan penyuluhan dan pemeriksaan mata kepada warga setempat. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam menyimak penyuluhan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan mengenai masalah kesehatan mata dan penyakit mata lainnya.
Selain penyuluhan, kami juga melakukan pemeriksaan refraksi mata untuk mengidentifikasi gangguan penglihatan yang mungkin dialami oleh penduduk di sana. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan sabar dan teliti demi memberikan hasil yang akurat dan membantu masyarakat dalam mengetahui kondisi kesehatan mata mereka. Para orang tua juga mendapatkan manfaat dari kegiatan ini dengan dilakukannya deteksi dini katarak.
Ternyata, Dusun Babadan yang berada di daerah perbukitan dan dekat dengan rawapening, memiliki potensi sebagai penghasil sumber vitamin A. Daerah ini menghasilkan beragam sayuran dan buah-buahan yang kaya akan kandungan vitamin A. Namun, masyarakat belum menyadari sepenuhnya potensi sumber daya alam tersebut untuk kesehatan mata. Karena itu, dalam program ini, pentingnya edukasi dan literasi mengenai manfaat vitamin A bagi kesehatan mata ditekankan kepada masyarakat.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Dusun Babadan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi kami mahasiswa Optometri Ukrida. Kami dapat mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari di lingkungan nyata, sekaligus membangun empati dan kesadaran sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan penyuluhan kesehatan mata dan pemeriksaan mata yang kami lakukan di Dusun Babadan merupakan contoh nyata dari bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi langsung pada masyarakat. Program ini juga mencerminkan komitmen Ukrida dalam membentuk karakter mahasiswa melalui nilai-nilai LEAD (Loving, Enlightening, Advanced, and Determined) yang diterapkan dalam berbagai program yang melibatkan masyarakat. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mata dan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia. (*)
Penulis adalah mahasiswa Optometri Ukrida











