Jakarta, ArmadaBeritaCom – Pendidikan yang layak di Indonesia merupakan salah satu tujuan utama yang saat ini sedang gencar dilakukan. Untuk mendapatkan pendidikan yang layak ini, tidak banyak sekolah yang bersedia menjadi media untuk menimba ilmu selama pembelajaran secara cuma-cuma, karena biaya menjadi penghalang besar bagi dunia pendidikan.
Di sisi lain, masih ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk memberikan pendidikan secara gratis bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi, salah satunya adalah Yayasan Sinar Cahaya Kasih.
Sekolah Yayasan Sinar Cahaya Kasih didirikan karena banyak anak-anak disekitar sekolah tersebut yang mengalami keterbatasan biaya sehingga putus sekolah. Bapak Dirk Frans Alfonso Sahetapy memiliki simpati yang tinggi sehingga beliau akhirnya mendirikan sekolah gratis yang dapat membantu orang-orang di sekitar sana.
Dengan bantuan tersebut, banyak anak-anak yang mulai bersekolah lagi, dan melanjutkan aktivitasnya sebagai seorang pelajar. Kampus UKRIDA melihat ketulusan dari seorang bapak Dirk Frans dalam mendirikan sekolah gratis ini, maka kampus UKRIDA menawarkan bantuan dengan menjalin kerja sama antara Yayasan dengan kampus UKRIDA.
Bantuan yang diberikan yaitu dengan mengirimkan mahasiswa-mahasiswi yang dengan sukarela membantu Yayasan dalam mengajar.
Pada Program UKRIDA Mengajar ini, kami mengajar anak-anak SD sekitar 80 anak, mulai dari kelas 1 sampai 6 SD. Dalam mengikuti program ini kami mengajar 10 kali pertemuan sejak bulan Oktober 2021 sampai Februari 2022 di Yayasan Sinar Cahaya Kasih. Kami mengajar berbagai mata pelajaran, diantaranya ada matematika, bahasa Inggris, TIK, bahkan fisika.

Namun untuk siswa SD kami khusus memberikan pengajaran untuk mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris. Dalam satu kelas terdapat dua orang pengajar yang bergantian dalam menjelaskan materi dan membantu anak-anak dalam belajar.
Selain mengajar, kami juga mengadakan permainan yang berkaitan dengan pelajaran, memberikan kuis yang berada diakhir pertemuan, dan soal ujian untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak tersebut. Kami juga memberikan reward kepada anak-anak yang mengikuti pelajaran dengan baik.
Tujuan kami melakukan permainan, kuis dan memberikan reward ini agar anak-anak dapat lebih semangat dalam belajar sehingga memahami pelajaran yang sudah diajarkan dan dapat menerapkannya dikehidupan sehari-hari.
Pendidikan yang layak tidak hanya berasal dari sekolah bergengsi saja tetapi berasal dari keinginan seseorang untuk menyebarkan ilmu kepada sesama. Seperti kata Nelson Mandela “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia”.
Kata mutiara ini menyadarkan kita mengenai pentingnya pendidikan dan bagaimana cara kita menggunakannya untuk mengubah dunia melalui tindakan nyata dari apa yang kita dapatkan melalui pendidikan. Kami menyadari bahwa kami dapat membagikan ilmu kepada anak-anak agar pendidikan di Indonesia semakin maju dan muncul generasi penggerak bangsa.
Karena itu, kami melakukan program UKRIDA Mengajar ini, untuk menyalurkan bantuan yang dapat kami berikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Walaupun bantuan yang kami berikan berupa jasa dan bukan material, kami berharap anak-anak diluar sana yang masih kekurangan dan tidak bersekolah juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak, demi masa depan yang lebih baik. (*)
Artikel ini ditulis oleh Catherine Natasya, Agnes Yamasitha, dan Sandy Pratama Zebua, ketiganya Mahasiswa Ukrida.











