Jakarta, ArmadaBerita.Com – Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di tengah pemukiman penduduk. Ruang publik ini diperuntukkan bagi warga, khususnya anak-anak sebagai tempat berinteraksi, menciptakan lingkungan sosial yang baik dan hidup yang berkualitas.
Hal ini mendorong kami melaksanakan kegiatan yang bertema “Art and Creativity Program For Children” yang merupakan kegiatan yang berfokus pada pengembangan kreativitas anak yang diimplementasikan dalam bentuk prakarya. Kegiatan yang berlangsung di RPTRA Taman Apel yang berlokasi di Jl. Tanjung Duren Utara 3 No. B-C, RT.8/RW.3, Tanjung Duren Utara, Kec. Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 3-13 Juni 2022 yang terbagi menjadi lima pertemuan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh tiga orang mahasiswa dari Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta Barat. Kegiatan ini disambut dengan baik oleh pihak RPTRA Taman Apel. “Kita menyambut baik kegiatan kakak-kakak dari UKRIDA untuk anak-anak karena di sini sudah lama tidak ada kegiatan selama pandemi,” ucap Ibu Sri Lestari, Pengurus RPTRA Taman Apel.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 10 anak yang berusia sekitar 7-12 tahun. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini bertempat tinggal atau bersekolah di sekitar RPTRA tersebut dan sering berkunjung untuk bermain. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang dapat dilihat dari keseriusan dan kesenangan dalam membuat prakarya. Orang tua yang mendampingi anak-anaknya ikut senang dengan diadakan kegiatan ini yang dapat berdampak positif bagi anak mereka. Kegiatan ini melatih anak-anak dalam membuat beberapa prakarya yaitu membuat gelang, origami, mewarnai, dan kerajinan stik es krim.

Pada pertemuan pertama, anak-anak dilatih untuk membuat gelang dari manik-manik huruf yang telah disediakan. Dalam membuat gelang tersebut anak-anak dapat menyusun nama mereka masing-masing, lalu mereka merangkainya dengan menggunakan tali karet sebagai pengikatnya. Gelang yang telah dibuat oleh anak-anak dapat dikenakan mereka sebagai hiasan tangan. Kegiatan membuat gelang ini bertujuan untuk mengasah keterampilan dan dapat menjadi pengembangan kewirausahaan dengan memperbanyak dan menjual gelang.
Pada pertemuan kedua, anak-anak dilatih untuk membentuk origami yang berbentuk berbeda-beda seperti burung bangau dan kodok lompat. Setelah itu, anak-anak melakukannya secara mandiri dengan didampingi oleh mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan tangan dan mengoptimalkan kemampuan kognitif serta motorik anak.

Pada pertemuan ketiga, anak-anak dilatih untuk mewarnai gambar yang sudah disediakan. Dengan pendampingan, anak-anak juga diajarkan untuk melakukan beberapa teknik mewarnai yang belum diketahui oleh mereka. Selanjutnya, mereka dapat mewarnai secara mandiri dengan kreativitas yang mereka miliki. Tujuan dari kegiatan mewarnai ini adalah untuk mengembangkan kreativitas serta membantu anak dalam mengenali garis, warna, perspektif, dan bentuk.
Pada pertemuan keempat dan kelima, anak-anak diajarkan untuk membuat kerajinan tangan dari stik es krim yang dalam bentuk berbeda-beda, seperti bingkai foto, celengan, dan lain sebagainya dengan menggunakan stik es krim. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih fokus, ketelitian, serta mengoptimalkan kemampuan motorik kasar dan halus anak. Mahasiswa yang mendampingi ikut membantu dalam melakukan pengeleman dengan lem kayu maupun lem tembak. Serta membantu dalam proses pewarnaan kerajinan stik es krim yang dibuat oleh anak-anak.

Akhirnya kami melihat proses pembelajaran yang berkesan tidak saja untuk mereka tapi juga bagi kami para mahasiswa yang terlibat. Ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bisa bermain serta berbagi ilmu dengan mereka. Semoga apa yang kita berikan kepada mereka dapat berguna untuk selanjutnya. Dan tentunya dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mereka dalam mengembangkan kreativitas dan bermanfaat juga dalam menumbuhkan lingkungan belajar yang sehat di RPTRA Taman Apel. Sehingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud dan semoga RPTRA dapat menjadi ruang yang ramah dan bermanfaat bagi anak-anak serta masyarakat sekitar.
Artikel ini ditulis oleh tim mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana yang terdiri dari Sonia Sandra, Felix Christian, dan Atanasius Francesco.











