Armadaberita.com, Medan – Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (Dishub Sumut) kembali menggelar kebaktian khusus bagi ASN dan non-ASN beragama Kristen, Jumat (3/10/2025) di Command Center Room, Jalan Imam Bonjol No 61 Medan. Ibadah yang dipimpin Pdt. Benny Situmorang ini menjadi wadah pembinaan mental sekaligus penguatan spiritual pegawai.
Dalam khotbahnya yang diambil dari Efesus 4:31-32, Pdt. Benny menekankan pentingnya melepaskan kepahitan. Menurutnya, kepahitan ibarat racun yang bisa merusak bukan hanya kerohanian, tetapi juga semangat kerja dan kesehatan tubuh. “Kalau kita tetap memelihara kepahitan, berarti kita sedang melakukan dosa, karena kita menolak perintah Tuhan,” tegasnya.
Ia mencontohkan kisah Ahitofel, penasihat Raja Daud yang berakhir tragis karena menyimpan dendam, serta kisah Yusuf yang meski dikhianati saudara-saudaranya, memilih untuk mengampuni. Dari kedua cerita ini, jemaat diajak belajar bahwa hanya dengan pengampunan seseorang bisa mengalami pemulihan dan sukacita sejati.
Pdt. Benny juga mengingatkan, kepahitan sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, lingkungan kerja, maupun pergaulan. Kata-kata kasar, perlakuan tidak adil, atau sikap membanding-bandingkan dapat menimbulkan sakit hati. Jika dibiarkan, kepahitan bisa menurunkan semangat, membuat pikiran dipenuhi hal negatif, bahkan mengganggu kesehatan. Karena itu, ia mengajak jemaat untuk menjaga perkataan dan berkomunikasi dengan bijak serta penuh kasih.
“Kepahitan tidak hanya merusak hubungan dengan orang lain, tetapi juga bisa membuat tubuh jatuh sakit. Jangan tambah beban hidup dengan menyimpan akar pahit. Biarlah Tuhan memulihkan hati kita,” tuturnya.
Kebaktian berlangsung khidmat, diisi dengan pujian, doa syafaat, dan ditutup dengan doa bersama. Dishub Sumut berharap kegiatan ini dapat memberi semangat baru bagi pegawai, sehingga mereka dapat bekerja dengan penuh syukur, tanggung jawab, dan optimisme.
Kegiatan serupa rencananya akan digelar rutin dua minggu sekali sebagai bentuk perhatian Dishub Sumut terhadap keseimbangan spiritual dan profesionalisme aparatur dalam melayani masyarakat. (*)











