Aceh Tamiang, ArmadaBerita.Com – Kondisi akses jalan menuju Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, kian kritis akibat pengikisan tanah di sekitar badan jalan. Ruas jalan yang semakin menyempit tersebut terancam putus, sehingga warga mendesak PTPN I dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan akses transportasi masyarakat.
Kerusakan jalan tersebut menjadi perhatian serius warga, terutama saat hujan turun dan permukaan air sungai meningkat. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menghambat mobilitas masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Persoalan pembebasan lahan dengan PTPN I menjadi salah satu hal yang perlu segera diselesaikan agar perbaikan badan jalan dapat dilakukan. Warga berharap adanya koordinasi antara pihak perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mencari solusi atas kondisi tersebut.
Salah seorang warga, Ucak, mengungkapkan bahwa kondisi jalan saat ini semakin memprihatinkan. Menurutnya, penyelesaian persoalan lahan diperlukan agar penanganan kerusakan jalan dapat segera direalisasikan.
Hal tersebut disampaikannya saat berbincang dengan awak media di sebuah warung kopi kawasan Pulotiga, Sabtu (7/11/2026).
“Jalan ini kondisinya sudah semakin terkikis. Apabila ingin dilakukan perbaikan, kita harus meminta kepada PTPN I agar lahan yang diperlukan dapat dibebaskan untuk kepentingan umum,” ungkap Ucak.
Kekhawatiran yang sama disampaikan Mukim Tamiang Hulu, Jenal. Ia menilai kondisi jalan tersebut perlu segera dibahas melalui musyawarah bersama masyarakat dan pemerintah desa agar tidak semakin memburuk.
Menurutnya, peningkatan debit air sungai ketika hujan berpotensi menimbulkan bahaya bagi warga yang melintas. Karena itu, langkah penanganan dinilai tidak dapat ditunda.
“Kita berharap masyarakat bisa berkumpul dan bermusyawarah membicarakan kondisi jalan ini. Apalagi saat hujan, air sungai naik sehingga kita khawatir warga yang melintas bisa terjatuh ke sungai,” tutur Jenal.
Jenal juga menyoroti pembangunan hunian tetap (huntap) yang mulai dikerjakan di kawasan atas. Ia berharap akses jalan menuju kawasan tersebut tetap terjaga dan tidak terputus, sehingga masyarakat nantinya dapat menempati hunian dengan akses transportasi yang aman.
“Jangan sampai huntap sudah dibangun, tetapi akses jalan masyarakat justru dalam kondisi terputus. Karena itu, kita perlu mengambil keputusan bersama dan melibatkan kepala desa dalam musyawarah untuk mencari solusi,” tambahnya.
Sementara itu, Aliandi, S.H., dari LSM Kibar, mendorong pemerintah daerah agar segera merespons kondisi jalan menuju Desa Kaloy. Ia meminta Datuk dan Mukim menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Aceh Tamiang untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Jangan menunggu sampai jalan benar-benar putus baru dilakukan tindakan. Datuk dan Mukim diharapkan segera menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Aceh Tamiang agar perbaikannya bisa dipercepat. Jalan tersebut menyangkut kepentingan masyarakat umum,” tegas Aliandi.
Masyarakat berharap PTPN I dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang segera mengambil langkah bersama untuk menyelesaikan persoalan lahan sekaligus mempercepat penanganan kerusakan jalan.
Perbaikan akses menuju Desa Kaloy dinilai mendesak, tidak hanya untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, tetapi juga mendukung aksesibilitas kawasan pembangunan huntap agar tetap terhubung dan aman dilalui.









