Dorongan itu disampaikan Sofyan Tan dalam acara pelantikan pengurus FOBI Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Kabupaten Deli Serdang masa bakti 2026–2030 di Kampus STBA-PIA, Medan, Minggu (1/11/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Peter Suhendra kembali dipercaya memimpin FOBI Sumut untuk periode kedua.
Sofyan Tan menilai keberhasilan Barongsai Sumatera Utara meraih empat medali emas pada PON sebelumnya menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas komunitas dapat menghasilkan prestasi olahraga yang membanggakan.
Menurutnya, Barongsai bukan sekadar olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik, ketangkasan, dan keterampilan. Lebih dari itu, Barongsai merupakan warisan budaya yang telah berkembang di Indonesia selama lebih dari 300 tahun, bahkan sejak sebelum kemerdekaan.
“Barongsai harus kita pertahankan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Perkembangannya menunjukkan bagaimana sebuah tradisi dapat tumbuh menjadi cabang olahraga yang indah dan berprestasi,” ujar Sofyan Tan.
Ia juga mengapresiasi perjuangan FOBI yang berhasil membawa Barongsai menjadi cabang olahraga resmi sejak 2013. Menurutnya, capaian Sumatera Utara tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, terutama TNI yang turut berperan dalam pembinaan atlet.
Karena itu, Sofyan Tan mendorong FOBI Sumut memperluas kemitraan agar proses pembinaan atlet semakin kuat dan berkelanjutan.
Ia turut memuji kepemimpinan Peter Suhendra yang dinilai mampu membangun organisasi dengan merangkul berbagai kalangan serta menggerakkan potensi para pengurus.
Sofyan Tan berharap konsolidasi organisasi terus diperkuat sehingga FOBI dapat terbentuk di 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Dengan struktur organisasi yang solid dan pembinaan atlet yang terarah, target mempertahankan empat medali emas pada PON 2028 diharapkan dapat tercapai.
Sementara itu, Ketua Harian PB FOBI Arifin Himawan mengapresiasi perkembangan olahraga Barongsai di Sumatera Utara. Ia menyebut keberhasilan Sumut menjadi tuan rumah sekaligus meraih gelar juara umum cabang olahraga Barongsai pada PON sebelumnya sebagai catatan sejarah yang membanggakan.
Arifin juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh masyarakat, senior olahraga, panitia, serta unsur TNI yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet Barongsai di Sumut.
Ia menilai pelantikan pengurus kali ini berlangsung meriah dan spektakuler, sekaligus memperlihatkan antusiasme berbagai pihak terhadap perkembangan olahraga Barongsai.
Ketua FOBI Sumut Peter Suhendra mengakui dirinya bukan berasal dari komunitas Barongsai dan pada awalnya tidak memahami olahraga tersebut. Namun, kepercayaan, kerja keras, dan persahabatan menjadi modal penting baginya dalam membangun organisasi.
“Meraih sesuatu itu susah, tetapi mempertahankannya jauh lebih susah. Sumatera Utara sudah menjadi juara pada 2024. Mempertahankannya pada 2028 tentu lebih berat karena semua daerah sudah mengincar Sumatera Utara,” ungkap Peter.
Meski demikian, ia optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui persatuan seluruh elemen masyarakat, sekolah, dan militer dalam membina atlet sejak usia dini.
Rangkaian pelantikan juga dimeriahkan berbagai atraksi Barongsai yang menarik perhatian undangan. Pertunjukan diawali tabuhan genderang dengan irama serentak, dilanjutkan atraksi 20 Barongsai, hingga penampilan tarian naga ultraviolet yang memukau penonton.











