Jakarta, ArmadaBerita.Com – Tiga mahasiswi Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER), Mutiara Permatasari, Ni Wayan Listyawati, dan Regitha Nur Azizah, meraih Juara 1 kategori Next Gen. PR Strategy dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) yang diselenggarakan Perhumas Indonesia pada 18 Oktober 2026. Mereka unggul melalui strategi komunikasi krisis yang menekankan transparansi, partisipasi publik, dan langkah pemulihan reputasi berbasis hasil terukur.
Strategi tersebut dikembangkan melalui studi kasus Chocova, perusahaan cokelat yang menghadapi krisis akibat dugaan keterlibatan sekitar 2.150 pekerja anak di 34 dari 76 koperasi pemasok kakao. Kasus ini menjadi sorotan karena terungkap melalui pihak eksternal, meskipun perusahaan telah memiliki kebijakan larangan pekerja anak. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan rantai pasok yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penanganan krisis tidak cukup melalui klarifikasi atau permintaan maaf, tetapi harus diikuti tindakan nyata dan keterbukaan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat,” ujar Mutiara.
Bersama timnya, Mutiara merancang kampanye “Satu Cokelat, Satu Harapan” selama 100 hari dengan tiga pendekatan utama, yakni Radical Transparency untuk membuka informasi rantai pasok, Public Participation untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan, serta Structural Intervention untuk membenahi sistem pemasok dan memulihkan akses pendidikan anak terdampak.
Kampanye tersebut menetapkan sejumlah indikator keberhasilan, antara lain menurunkan sentimen negatif dari 68 persen menjadi di bawah 44 persen, meningkatkan ketertelusuran kakao hingga 90 persen, mengaudit seluruh koperasi prioritas, serta mengembalikan 1.000 anak ke pendidikan formal.
“Keberhasilan penanganan krisis harus dapat diukur dan dibuktikan kepada publik. Karena itu, strategi komunikasi perlu menghasilkan perubahan nyata, bukan sekadar menyampaikan pesan,” tambah Mutiara.
Pencapaian ini sekaligus mencerminkan pendekatan pembelajaran UPER yang mengintegrasikan teori komunikasi dengan studi kasus industri. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menilai prestasi tersebut menunjukkan pentingnya kompetensi komunikasi strategis dalam menghadapi tantangan dunia profesional.
Menurutnya, melalui peminatan Corporate Communication, mahasiswa dipersiapkan untuk mengelola reputasi perusahaan, membangun hubungan dengan pemangku kepentingan, serta menangani krisis secara strategis. Kompetensi tersebut dinilai semakin penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis. (*/Red)











