MEDAN, ARMADABERITA — Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menyebut keterlibatan mahasiswa dalam survei calon penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah sebagai bagian dari praktik nilai Pancasila, khususnya keadilan sosial.
Pernyataan itu disampaikan Sofyan saat Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara bersama sekitar 100 mahasiswa yang terlibat sebagai tim survei calon penerima bantuan pendidikan di Gedung Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan, Kompleks CBD Polonia, Medan, Jumat (11/9/2026).
Menurut Sofyan, survei lapangan penting untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang memang memenuhi kriteria dan membutuhkan. Karena itu, mahasiswa yang terlibat diminta menjalankan tugas dengan jujur dan mengedepankan kepedulian sosial.
“Kalian yang turun ke lapangan membawa misi kemanusiaan yang sangat besar. Pada kenyataannya, banyak yang berusaha memanipulasi data dan pura-pura miskin demi mendapatkan KIP Kuliah. Di sinilah peran penting kalian untuk melihat langsung dengan hati nurani, memastikan bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan mereka yang berhak dan membutuhkan,” ujar Sofyan.
Ia mengatakan pengalaman turun langsung ke masyarakat dapat membentuk kepekaan sosial dan integritas mahasiswa. Menurut dia, proses tersebut juga dapat menjadi pembelajaran kepemimpinan karena mahasiswa berhadapan langsung dengan kondisi ekonomi calon penerima bantuan.
“Tugas ini menempa mental kalian. Melalui proses survei ini, kalian menjadi lebih sensitif, lebih peduli, dan tahu persis kondisi riil masyarakat bawah,” katanya.
Sofyan juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Menurut dia, pemberian bantuan pendidikan perlu disertai dukungan fasilitas agar penerima KIP Kuliah memperoleh kesempatan belajar yang layak.
Ia menyebut dukungan tersebut antara lain berupa penyediaan komputer dan penguatan perpustakaan digital.
Sosialisasi tersebut juga dihadiri Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto dan Lisnawati Ginting. Sofyan berharap mahasiswa yang terlibat dalam survei dapat membawa pengalaman tersebut ke lingkungan sosial mereka melalui sikap gotong royong, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.











