Mendagri: Sumatera Punya Modal Besar, Saatnya Potensi Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution, Bersama Menteri Dalam Negri Muhammad Tito Karnavian, beserta Gubernur dan Wakil Gubernur se-Sumatera, mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur Se Sumatera dalam rangka pertemuan tingkat Mentri, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Lantai 2 Ballroom JW marriot Hotel Medan, Rabu (9/9/2026). Ist
Share

Medan, ArmadaBerita.Com — Sumatera memiliki modal yang terlalu besar untuk dibiarkan tumbuh sendiri-sendiri. Dengan sekitar 22 persen penduduk Indonesia, kekayaan sumber daya alam dan manusia, serta posisi di jalur perdagangan strategis dunia, pulau ini dinilai berpeluang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyampaikan pandangan tersebut dalam pertemuan para gubernur se-Sumatera di Medan, Rabu (9/9/2026).

Tito mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang mempertemukan 10 gubernur di Pulau Sumatera di tengah rangkaian kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Menurut Tito, kekuatan masing-masing daerah seharusnya tidak berjalan sendiri. Keunggulan satu provinsi dapat menjadi penguat bagi provinsi lainnya melalui kerja sama pembangunan yang lebih terintegrasi.

«“Sumatera memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Sekitar 22 persen penduduk Indonesia berada di Sumatera.”»

Tito juga menyoroti posisi geografis Sumatera yang berada di antara Samudra Hindia dan Selat Malaka. Posisi tersebut, menurutnya, membuka peluang besar bagi kawasan ini untuk terhubung langsung dengan pusat-pusat ekonomi dunia.

«“Dengan posisi geostrategis itu, pelabuhan-pelabuhan di Sumatera berpotensi menjadi hub yang terhubung langsung dengan negara-negara di Asia, Eropa dan Afrika.”»

Karena itu, pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap gagasan pembangunan Sumatera secara lebih terpadu. Konsep tersebut tidak hanya menyangkut infrastruktur dan konektivitas, tetapi juga ekonomi, pangan, energi serta sektor lain yang dapat saling memperkuat.

Dalam pertemuan tersebut, para gubernur juga membahas peluang kerja sama lintas provinsi hingga antarkabupaten dan kota. Kesepahaman mengenai rencana pembangunan, sinergi dan kerja sama antardaerah kemudian ditandatangani.

Bagi Tito, langkah tersebut menjadi penting karena Sumatera tidak hanya memiliki sumber daya, tetapi juga pasar dan posisi strategis yang dapat memberi nilai tambah lebih besar apabila dikelola secara bersama.

Jika konektivitas dan kekuatan ekonomi antarwilayah dapat disatukan, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh masing-masing provinsi.

Sumatera berpeluang tampil sebagai satu kekuatan ekonomi kawasan—dan pada saat yang sama menjadi salah satu mesin baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *