Medan, ArmadaBerita.Com – Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, mengingatkan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya perkembangan teknologi dan masuknya berbagai pengaruh budaya luar. Menurutnya, tantangan tersebut harus dihadapi bersama agar cita-cita mewujudkan Generasi Emas 2045 tidak kehilangan arah.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Lela itu menyampaikan hal tersebut saat menggelar sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Ampera V, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Minggu (9/8/2026).
Lela mengatakan, Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus menjadi pedoman yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun karakter generasi muda.
“Nilai-nilai Pancasila harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda sebagai penerus bangsa perlu memiliki semangat kebangsaan yang kuat dan rasa cinta tanah air agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” kata aktivis perempuan yang akrab disapa Lela ini.
Ia menilai, cita-cita Indonesia melahirkan Generasi Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas karakter Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Post Z atau Gen Alpha. Karena itu, menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi dan pendidikan, tetapi juga harus dibarengi penanaman nilai-nilai Pancasila.
“Generasi Emas 2045 tidak akan pernah terwujud apabila Gen Z dan Post Z tidak menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai karakter generasi bangsa,” tegasnya.
Lela menyebut Gen Z dan Gen Alpha menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Salah satunya adalah perkembangan teknologi yang begitu cepat sehingga membuat berbagai informasi dan budaya dari luar dengan mudah masuk ke kehidupan masyarakat.
Menurut dia, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak. Sebab, tidak semua budaya luar yang masuk melalui ruang digital sejalan dengan nilai dan budaya bangsa Indonesia.
“Lewat teknologi, pengaruh budaya luar sangat mudah untuk masuk dan mempengaruhi generasi saat ini, sementara budaya luar tidak selalu sejalan dengan budaya bangsa. Jangan sampai budaya luar menggerus budaya bangsa. Tanggung jawab kita untuk mempertahankan budaya bangsa kita,” ujarnya.
Selain penguatan karakter dan budaya, Lela juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan. Ia menilai, menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila.
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia. Menurut Lela, persatuan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk maraknya peredaran narkoba.
“Dengan bersatu, kita bisa menjaga keamanan lingkungan dari maraknya berbagai aksi kejahatan,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat tidak bersikap diam apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
“Sebagai contoh, masyarakat harus bersatu melawan maraknya peredaran narkoba. Kalau ada di antara kita yang melihat terjadinya peredaran narkoba, kita harus bersatu untuk melaporkannya. Jangan takut. Kalau bersatu, kita pasti bisa melawan semua itu,” tegas Lela.
Ia menambahkan, upaya membangun Generasi Emas 2045 harus dimulai sejak sekarang dengan memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang sehat, memiliki karakter kebangsaan, serta terbebas dari narkoba.
“Untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, kalangan Generasi Z dan Generasi Post Z harus bebas dari narkoba,” pungkas Lela, yang juga dijuluki “Perempuan Hebat”.











