Deli Serdang, ArmadaBerita.Com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar sabu di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Penangkapan itu dilakukan setelah kasus dugaan peredaran narkoba di kawasan tersebut menjadi sorotan publik menyusul aksi berani seorang ustazah yang memviralkan aktivitas para pelaku.
Pria berinisial MW alias W diamankan petugas pada Sabtu (27/6) di belakang sebuah vihara di Dusun III, Desa Rantau Panjang. Dari tangan tersangka, BNNP Sumut menyita enam paket sabu dengan berat bruto 46,9 gram, beserta sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika.
Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol Tatar Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat yang sebelumnya viral di media sosial.
“Petugas mengamankan seorang pria berinisial MW alias W. Dari tangan tersangka disita enam paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto mencapai 46,9 gram,” kata Tatar dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6).
Tersangka bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Kantor BNNP Sumut untuk menjalani proses penyidikan sekaligus pengembangan terhadap kemungkinan adanya jaringan lain.
Kasus ini bermula dari video yang diunggah Ibu Halimah, seorang ustazah hafidzah Al-Qur’an, yang mengungkap dugaan maraknya peredaran narkoba di Dusun II, Desa Rantau Panjang. Dalam video yang beredar luas di media sosial, Halimah menyuarakan keresahannya terhadap aktivitas transaksi sabu yang disebut berlangsung secara terbuka di lingkungan tempat tinggalnya, bahkan di sekitar anak-anak.
Keberanian Halimah mendapat simpati publik. Namun, tak lama setelah video itu viral, rumahnya justru diteror. Sejumlah orang yang diduga tidak terima dengan aksinya mendatangi rumah Halimah dan melemparinya dengan batu. Dalam rekaman video lain, Halimah bahkan meminta perlindungan kepada aparat karena khawatir keselamatan keluarganya terancam.
Kini, salah satu pria yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di kawasan tersebut berhasil diamankan BNNP Sumut.
Brigjen Tatar mengapresiasi keberanian masyarakat yang tidak takut melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang berani menyampaikan informasi terkait dugaan peredaran narkotika,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.
Menurut Tatar, BNNP Sumut akan terus memperkuat pemberantasan jaringan narkotika melalui sinergi bersama kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.*











