Medan, ArmadaBerita.Com – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik 69 pejabat manajerial di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Kamis (18/6), di Balai Kota Medan.
Pelantikan tersebut mencakup sejumlah posisi strategis yang beririsan langsung dengan pelayanan publik, mulai dari sektor pendidikan, ketertiban umum hingga pelayanan kewilayahan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pelantikan Ahmad Barli Mulia Nasution sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Rico Waas menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar soal hierarki pemerintahan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Yang perlu dilayani setinggi-tingginya adalah masyarakat. Sedangkan kepada pemerintah maupun atasan adalah fungsi jabatan secara hierarki agar organisasi berjalan dengan baik. Namun yang harus benar-benar diberikan pelayanan terbaik adalah masyarakat,” ujar Rico Waas.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting, terutama bagi pejabat yang memimpin sektor-sektor pelayanan dasar. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baru diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan di Kota Medan, sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Selain Ahmad Barli Mulia Nasution, sejumlah pejabat lain yang menempati posisi strategis antara lain Hendro Saut Manuntun Mulianto Tampubolon yang dilantik sebagai Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan, serta Lisdiu Sinaga sebagai Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Wilayah Kecamatan Medan Kota.
Rico Waas mengingatkan bahwa promosi maupun mutasi jabatan harus dimaknai sebagai langkah baru yang menentukan arah pengabdian seorang aparatur sipil negara. Menurutnya, pejabat yang kehilangan orientasi pengabdian kepada masyarakat akan mudah kehilangan arah dalam menjalankan tugas.
“Pikiran terasa kabur karena kita tidak memiliki kepastian dalam diri, tidak punya keteguhan hati, dan tidak berpikir bahwa setiap langkah yang dijalankan adalah untuk bangsa, negara, dan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai berbagai tantangan pembangunan kota yang semakin kompleks dapat dihadapi apabila aparatur memiliki orientasi yang jelas dan berpegang pada aturan yang berlaku.
Menurut Rico Waas, fokus pada kepentingan masyarakat akan membuat setiap keputusan birokrasi menjadi lebih mudah dijalankan dan tepat sasaran.
“Kalau pikiran hanya tertuju kepada masyarakat, semuanya akan terasa lebih terang dan jelas. Kita tahu apa yang harus dilakukan karena pekerjaan kita memang untuk masyarakat,” katanya.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut turut disaksikan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, para asisten, Inspektur Kota Medan, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan.*











