Utama  

Jelang HUT RI, PWPM Rawat Ingatan Jurnalistik dan Jejak Wartawan Senior

Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pengurus PWPM di bawah kepemimpinan Muhammad Edison Ginting mengunjungi sejumlah wartawan senior.
Share

Medan, Armada berita.Con — Di tengah perubahan besar dalam dunia jurnalistik akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memilih menengok kembali satu hal yang kerap luput dari perhatian: para wartawan senior yang telah lebih dahulu membangun tradisi pers.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pengurus PWPM di bawah kepemimpinan Muhammad Edison Ginting mengunjungi sejumlah wartawan senior yang pernah menjalankan tugas jurnalistik, khususnya mereka yang memiliki pengalaman meliput aktivitas Pemerintah Kota Medan.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Kamis (13/8/2026), salah satunya ke kediaman Hj Mardiana Chaniago alias Bundo di Jalan Senam, Kecamatan Medan Kota. Silaturahmi serupa juga dilakukan kepada Idris Pasaribu, H Marjili, Zulfikar Tanjung, Sri Sahati, dan Nurlinsyah alias Kak Butet.

Bagi PWPM, kegiatan itu bukan sekadar kunjungan sosial. Ada upaya untuk menjaga agar pengalaman dan nilai-nilai jurnalistik lintas generasi tidak terputus ketika teknologi membuat kerja wartawan berubah semakin cepat.

“Kedatangan kami sebagai penghormatan kami atas dedikasi Bundo yang menjadi inspirasi kami sebagai jurnalis. Kami berharap dalam silaturahmi ini Bundo sehat selalu dan tetap semangat beraktivitas. Kami berharap Bundo terus memberi masukan dan saran kepada kami,” ujar Edison.

Menurut dia, perkembangan teknologi memang mengubah cara wartawan bekerja. Namun, perubahan tersebut tidak seharusnya membuat sejarah dan pengalaman generasi sebelumnya kehilangan tempat.

Wartawan senior, kata Edison, memiliki pengalaman menghadapi berbagai situasi jurnalistik yang tidak seluruhnya dapat ditemukan dalam teknologi atau kecerdasan buatan. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi generasi wartawan yang kini bekerja dalam lingkungan media yang serba cepat.

Pesan itu terasa kuat ketika Bundo menerima kunjungan para pengurus PWPM.

Di usia 84 tahun, perempuan yang lahir pada 17 Juli 1942 itu tampak berkaca-kaca. Ia mengaku terharu masih mendapat perhatian dari wartawan yang lebih muda.

“Di usia 84, Bundo bersyukur kita bisa berkumpul. Bundo sangat-sangat tersanjung kedatangan anak-anak Bundo yang masih aktif sebagai jurnalis. Indonesia harga mati. Mungkin fisik terbatas, tapi pikiran belum lemah,” ucapnya sembari menyeka air mata.

Perjalanan Bundo juga menggambarkan perubahan panjang dunia pers. Ia pernah menjalani masa ketika berita ditulis secara manual, kemudian menggunakan mesin tik, komputer, hingga teknologi digital yang memungkinkan sebuah laporan dikirim dalam hitungan detik.

Kunjungan Wartawan

Perubahan perangkat kerja tersebut memperlihatkan bahwa teknologi dalam jurnalistik terus berganti. Namun, nilai dasar profesi seperti ketelitian, keberanian, tanggung jawab, dan kepentingan publik tetap menjadi bagian yang tidak tergantikan.

Karena itu, PWPM memberikan bingkisan kepada sejumlah wartawan senior sebagai bentuk penghormatan. Sebagian kegiatan dilakukan dengan mengunjungi kediaman mereka, sementara pemberian tanda penghormatan lainnya berlangsung di Sekretariat PWPM di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 2.

Selain merawat hubungan dengan wartawan senior, PWPM juga menggelar berbagai kegiatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI. Sejumlah permainan tradisional dan permainan yang telah akrab di tengah masyarakat, seperti dam domino, catur, dan congkak, menjadi bagian dari kegiatan.

Edison mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kebersamaan di antara anggota PWPM.

“Selain berbagi, kita juga ingin menciptakan suasana kebersamaan. Karena itu ada perlombaan dam domino, catur, congkak dan kegiatan lainnya. Semangatnya adalah merayakan kemerdekaan dengan penuh kebersamaan,” katanya.

Dalam berbagai kegiatan tersebut, PWPM juga membangun komunikasi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.

Edison menilai hubungan antara pemerintah dan pers perlu dibangun melalui komunikasi yang sehat tanpa menghilangkan fungsi media sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial.

“Pers mempunyai fungsi memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus melakukan kontrol sosial. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Medan,” ujarnya.

Bagi PWPM, kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni. Menghargai orang-orang yang pernah berkontribusi pada perjalanan pers juga menjadi bagian dari upaya merawat ingatan dan nilai-nilai kebangsaan.

Di tengah derasnya arus informasi dan kemunculan AI dalam dunia jurnalistik, pengalaman para wartawan senior menjadi pengingat bahwa teknologi hanyalah alat. Di balik setiap berita tetap ada tanggung jawab manusia untuk memastikan informasi yang disampaikan benar, berimbang, dan bermanfaat bagi publik.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *