Medan, ArmadaBerita.Com – Sebanyak 1.109 peserta dari 28 kabupaten/kota akan ambil bagian dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2026 yang digelar pada 15-25 Juni 2026. Ajang tersebut menjadi panggung seleksi sekaligus pembinaan untuk menyiapkan kafilah terbaik menuju MTQ Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Pelaksanaan MTQ Sumut akan dipusatkan di Kawasan Astaka Jalan Willem Iskandar/Pancing, Kabupaten Deliserdang. Sejumlah venue pendukung juga disiapkan, di antaranya Aula Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut serta kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.
Wakil Ketua II Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumut, Prof. Burhanuddin Damanik mengatakan, MTQ tingkat provinsi menjadi tahapan strategis untuk menjaring peserta terbaik yang nantinya akan memperkuat kontingen Sumut pada MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
“Kita targetkan Sumut bisa masuk lima besar pada MTQ Nasional nanti yang akan digelar di Semarang. Karena itu, proses seleksi dan pembinaan harus dilakukan secara maksimal sejak tingkat provinsi,” ungkap Prof. Burhanuddin dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Kamis (11/6/2026).
Menurut Burhanuddin, target tersebut bukan tanpa dasar. Pada MTQ Nasional XXX yang berlangsung di Kalimantan Timur, Sumut berhasil menempati posisi kedelapan nasional. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih baik pada penyelenggaraan tahun ini.
Ia menjelaskan, LPTQ Sumut telah melakukan berbagai program pembinaan secara berkelanjutan terhadap para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, hingga peserta cabang seni kaligrafi. Pembinaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas peserta sekaligus memperkuat daya saing Sumut di tingkat nasional.
“Insya Allah prestasi Sumut bisa meningkat. Kami terus melakukan pembinaan agar peserta yang terpilih benar-benar siap menghadapi persaingan di tingkat nasional,” katanya.
Burhanuddin menilai peluang Sumut untuk mendulang prestasi cukup terbuka pada sejumlah cabang unggulan, seperti Tilawah Alquran, Syarhil Qur’an, dan Kaligrafi. Cabang-cabang tersebut selama ini menjadi salah satu kekuatan Sumut dalam berbagai kompetisi MTQ.
Pada MTQ Sumut 2026, para peserta akan berkompetisi dalam delapan cabang dan 28 golongan perlombaan. Ribuan peserta yang hadir merupakan hasil seleksi dari masing-masing kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
“Peserta terjauh berasal dari Kota Gunungsitoli. Ini menunjukkan antusiasme daerah untuk mengikuti MTQ tetap tinggi dan merata,” ujar Burhanuddin.
Selain berorientasi pada kompetisi, MTQ juga diharapkan menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan menanamkan kecintaan terhadap Alquran di tengah masyarakat. Menurut Burhanuddin, pembinaan yang berkelanjutan merupakan aspek penting dalam melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam perlombaan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, keberhasilan MTQ tidak semata diukur dari jumlah medali atau peringkat yang diraih, melainkan juga dari dampaknya dalam membangun budaya membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran di masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumut bersama LPTQ juga mengajak masyarakat untuk turut menyaksikan dan memeriahkan pelaksanaan MTQ. Kehadiran masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan dapat menambah semarak kegiatan sekaligus menjadi media edukasi keagamaan yang positif.
Dengan melibatkan lebih dari seribu peserta dan membawa target menembus lima besar nasional, MTQ Sumut 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan terbesar di tingkat provinsi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Sumatera Utara membangun tradisi pembinaan Alquran yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing daerah di panggung MTQ nasional.











