Gebyar Ramadan Keungan Syariah 2026 Jangkau 8,3 Juta Peserta, OJK Catat Lonjakan Literasi Keuangan Syariah

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Penutupan GERAK Syariah 2026. (Ist)
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan signifikan literasi dan inklusi keuangan syariah sepanjang pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 yang ditutup di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis (2/4/2024).

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam acara Penutupan GERAK Syariah 2026 tersebut yang dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, yang digelar di Kantor OJK Menara Radius Prawiro.

Selama program berlangsung, OJK bersama para pemangku kepentingan menyelenggarakan 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, serta 890 kegiatan sosial yang menjangkau 8.350.391 peserta. Jumlah tersebut meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Friderica Widyasari Dewi pun mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan layanan keuangan syariah sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional yang inklusif.

Menurutnya, sektor jasa keuangan syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang dengan dukungan demografi Indonesia yang mayoritas muslim. Hal ini menjadi peluang strategis dalam memperluas akses pembiayaan produktif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain peningkatan literasi, OJK juga mencatat kinerja penghimpunan dana keuangan syariah selama GERAK Syariah 2026 mencapai Rp6,83 triliun, sementara penyaluran dana tercatat sebesar Rp6,86 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.

“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik tersebut, tentunya juga menjadi fondasi kita yang kuat bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut tidak luput dari berbagai peluang yang kita miliki saat ini. Potensi demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat, yang didukung dengan basis populasi muslim sebesar 244,7 juta orang. Ini luar biasa tentu potensinya,” ungkap Friderica.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah secara masif.

Ia menambahkan, kegiatan sosial dalam rangkaian GERAK Syariah juga menjangkau 266.421 penerima manfaat dengan dana sosial tersalurkan sebesar Rp86,2 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya.

OJK berharap capaian tersebut menjadi momentum untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus memperkuat kontribusi sektor keuangan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *