MEDAN, Armadaberita.com — Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan komitmennya membangun birokrasi profesional melalui seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) Tahun 2026 yang mengedepankan kompetensi, integritas, dan kepemimpinan.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Seleksi Kompetensi Bidang berupa pemaparan makalah dan wawancara di Kantor UPTD Pusat Assessment Provinsi Sumatera Utara, Medan, Senin (30/3/2026).
Di hadapan 37 peserta, Bupati menekankan bahwa proses seleksi ini merupakan implementasi sistem merit dalam tata kelola pemerintahan, yakni penempatan aparatur sipil negara berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja tanpa diskriminasi.
“Seleksi terbuka ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan birokrasi yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menegaskan, penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup aspek kepemimpinan, integritas, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan masyarakat dan lintas instansi.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga membuka peluang bagi peserta dari luar daerah untuk ikut bersaing secara sehat dalam mengisi jabatan strategis.
“Kesempatan ini terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat, baik dari dalam maupun luar daerah. Yang terpenting adalah kualitas dan kemampuan memimpin,” katanya.
Melalui proses ini, Pemkab Tapanuli Utara berharap dapat melahirkan pejabat yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi di daerah untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.











