Medan  

Rico Waas Ungkap Jurus Baru Hadapi Banjir Medan! Mitigasi Ekstrem, Pantau Gunung hingga Alarm warna Sungai

Share

Medan, Armadaberita.com – Persoalan banjir dan infrastruktur terus menjadi momok besar bagi warga Kota Medan. Wali Kota Medan, Rico TWaas, menegaskan pihaknya telah menyiapkan strategi baru yang lebih tajam, belajar dari pengalaman banjir besar yang melanda dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam sesi podcast mengangkat tema “Mitigasi Bencana”, yang digelar di salah satu studio, di Jalan Raden Saleh pada Kamis (19/2/2026), Rico Waas membeberkan langkah-langkah cepat yang kini menjadi standar penanganan Pemko Medan.

Ia menjelaskan, setiap kali cuaca ekstrem terjadi, ia langsung melakukan koordinasi cepat dengan perangkat daerah, terutama dengan BPBD Kota Medan untuk memantau situasi secara lebih spesifik.

Salah satu metode mitigasi yang kini diterapkan adalah memantau kondisi cuaca di wilayah pegunungan sebagai indikator awal potensi debit air yang akan mengalir ke pusat kota. Selain itu, perubahan warna air sungai kini menjadi “alarm” untuk mendeteksi potensi banjir kiriman lebih dini. Laporan real-time dari seluruh kecamatan juga dikumpulkan untuk memastikan titik kenaikan air sekaligus memudahkan proses evakuasi warga.

“Kita wajib menyiapkan sistemnya. Bagaimana memantau cuaca, bagaimana evakuasi dilakukan, ke mana warga harus dievakuasi—semua sudah ada sistemnya,” ujar Rico Waas, menekankan bahwa seluruh langkah ini merupakan hasil evaluasi mendalam dari kejadian lapangan.

Rico Waas menambahkan, penanganan banjir telah menjadi bagian dari Musrenbang dan program strategis di Dinas SDABMBK. Namun pengerjaan dilakukan bertahap sesuai prioritas dan tingkat kerawanan wilayah.

Ia menyoroti sejumlah kawasan yang menjadi fokus utama perbaikan, terutama wilayah Medan bagian Utara seperti Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli.

Penyebab banjir, menurut Rico, merupakan akumulasi berbagai faktor seperti pendangkalan sungai yang membutuhkan normalisasi, tumpukan sampah yang menyumbat aliran air, dan kapasitas sungai yang harus diperlebar agar mampu menampung debit air yang terus meningkat.

Normalisasi sungai sendiri, sambungnya, merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS Sumatera Utara. Namun Pemko Medan tetap mendorong koordinasi dan komitmen bersama untuk menemukan solusi permanen.

Di akhir podcast, Rico Waas memastikan bahwa seluruh perangkat daerah telah dilibatkan dalam sistem mitigasi bencana terkini.

“Jika bencana terjadi lagi, seluruh jajaran sudah siap. Wilayah juga harus punya SOP sendiri untuk meningkatkan kewaspadaan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *