10 Dosen Universitas Pertamina dengan H-Index Scopus Tertinggi, Bukti Kiprah di Kancah Riset Global

Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com— Kiprah Universitas Pertamina (UPER) dalam dunia riset semakin mencuri perhatian. Sejumlah dosennya berhasil menorehkan prestasi akademik membanggakan melalui capaian H-Index Scopus yang tinggi—indikator kuat produktivitas dan pengaruh ilmiah di kancah internasional.

Dalam dua dekade terakhir, basis data Scopus mencatat lebih dari 25 juta artikel open access dari 8.000 lebih jurnal ilmiah aktif di seluruh dunia. Di tengah ekosistem riset global yang kompetitif ini, dosen-dosen Universitas Pertamina berhasil menunjukkan kinerja publikasi yang luar biasa di berbagai bidang strategis, mulai dari energi, lingkungan, hingga material maju.

Berikut 10 dosen Universitas Pertamina dengan H-Index Scopus tertinggi yang menjadi kebanggaan kampus energi ini:

1. Kiki Adi Kurnia, Ph.D. – Magister Sains Berkelanjutan

H-index Scopus: 34 | Skor SINTA: 529

Menempati peringkat teratas, Dr. Kiki Adi Kurnia dikenal atas kontribusinya dalam riset teknologi energi dan material terbarukan. Publikasinya banyak menjadi rujukan dalam pengembangan inovasi energi berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

2. Dr. Nonni Soraya Sambudi – Teknik Kimia (S1)

H-index Scopus: 31 | Skor SINTA: 695

Aktif di bidang kimia dan rekayasa material, Dr. Nonni Soraya Sambudi merupakan salah satu peneliti paling produktif di UPER. Risetnya tentang energi dan keberlanjutan berhasil menembus jurnal-jurnal bereputasi tinggi dunia.

3. Ir. I Wayan Koko Suryawan, Ph.D. – Teknik Lingkungan (S1)

H-index Scopus: 20 | Skor SINTA: 1.635

Ahli lingkungan ini berfokus pada pengelolaan limbah, mitigasi polusi udara, dan penanggulangan krisis lingkungan perkotaan. Kajiannya kerap dijadikan rujukan oleh akademisi dan praktisi di bidang lingkungan hidup.

4. Ariyanti Sarwono, Ph.D. – Teknik Lingkungan (S1)

H-index Scopus: 18 | Skor SINTA: 421

Dr. Ariyanti Sarwono meneliti pengolahan limbah cair dan padat serta teknologi waste-to-energy. Risetnya menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan solusi inovatif menuju pembangunan berkelanjutan.

5. Gede Widia Pratama Adhyaksa, Ph.D. – Teknik Kimia (S1)

H-index Scopus: 16 | Skor SINTA: 169

Menekuni pengembangan perovskite solar cells dan nanomaterial, Dr. Gede Adhyaksa berkontribusi dalam pengembangan teknologi energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan.

6. Agung Nugroho, Ph.D. – Teknik Kimia (S1)

H-index Scopus: 15 | Skor SINTA: 556

Fokus pada material maju untuk aplikasi energi terbarukan, Dr. Agung Nugroho banyak meneliti biomassa, baterai, superkapasitor, serta teknologi konversi limbah menjadi energi. Inovasinya menjembatani dunia riset dan industri.

7. Dr. Tirta Rona Mayangsari – Kimia (S1)

H-index Scopus: 13 | Skor SINTA: 282

Dr. Tirta Rona aktif dalam penelitian material kimia untuk energi dan lingkungan, termasuk nanokomposit, perovskite, dan zeolit. Karyanya berkontribusi pada pengembangan teknologi hijau berbasis riset laboratorium dan komputasi.

8. Dr. Eng. Sri Hastuty, S.T., M.T., M.Eng. – Teknik Mesin (S1)

H-index Scopus: 11 | Skor SINTA: 385

Riset Dr. Sri Hastuty menyoroti korosi, biomaterial, dan rekayasa mesin untuk industri dan biomedis. Ia dikenal atas karyanya mengenai ketahanan material logam dan pengembangan material baru untuk sektor kesehatan.

9. Yudi Rahmawan, S.T., M.Sc., Ph.D. – Teknik Mesin (S1)

H-index Scopus: 11 | Skor SINTA: 132

Peneliti ini mendalami rekayasa material multiskala dan nanoteknologi. Risetnya menghubungkan sains material dengan penerapan praktis di industri energi dan manufaktur modern.

10. Dr. Eng. Yose Fachmi Buys, B.Eng., M.Eng. – Teknik Mesin (S1)

H-index Scopus: 11 | Skor SINTA: 345

Dr. Yose meneliti polimer, biokomposit, dan material konduktif seperti graphene nanocomposites. Hasil risetnya mendukung pengembangan material berkelanjutan untuk energi dan kesehatan.

Rektor Universitas Pertamina, (bisa ditambahkan nama jika ada), menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan H-Index dosen mencerminkan keseriusan universitas dalam memperkuat budaya riset dan kolaborasi internasional.

Keberagaman bidang kajian para dosen UPER—mulai dari teknik kimia, lingkungan, mesin, hingga kimia murni—mewakili semangat kampus ini dalam mendorong inovasi multidisiplin. Capaian H-Index dan Skor SINTA menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Pertamina terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masa depan energi Indonesia. (Asn/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *