Medan, ArmadaBerita.Com — Sabtu pagi di Kampus IV Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Tuntungan terasa berbeda. Aula utama Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang biasanya tenang, kali ini dipenuhi wajah-wajah baru penuh semangat.
Ratusan mahasiswa baru dari berbagai fakultas berkumpul, mengenakan jas almamater biru muda, dengan senyum dan rasa ingin tahu yang menyala pada Sabtu (4/10/2025). Mereka datang untuk satu tujuan: mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang digelar oleh PMII Rayon Fakultas Ilmu Sosial (FIS).
Mengusung tema “Menciptakan Generasi Bangsa yang Agamis dan Nasionalis”, kegiatan ini menjadi pintu awal bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) — sebuah organisasi yang sejak lama dikenal melahirkan kader kritis, religius, dan cinta tanah air.
“MAPABA bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah gerbang awal pembentukan karakter kader PMII yang berpikir kritis dan berjiwa nasionalis, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman,” ujar M. Iskandar Dalimunthe, Ketua Rayon PMII FIS, dengan suara penuh keyakinan saat membuka kegiatan.
Kegiatan yang berlangsung seharian itu diisi dengan berbagai sesi pemahaman ideologi, keorganisasian, serta nilai-nilai kebangsaan. Sejumlah narasumber inspiratif hadir memberi warna pada acara tersebut, di antaranya:
Dr. H. Abrar M. Dawud Faza, S.Fil., M.A – Wakil Rektor II UINSU, Prof. Dr. H. Katimin, M.A – Wakil Rektor III UINSU, Dr. Nursapia Harahap, M.A – Dekan FKM UINSU sekaligus Ketua Majelis Pembina Rayon (MABINRA) PMII FIS.
Dalam arahannya, Dr. Nursapia Harahap menegaskan pentingnya menjaga semangat intelektual dan nilai-nilai Islam di tengah arus globalisasi.
“Saya bangga dengan semangat mahasiswa yang terus bergerak. MAPABA ini bukan hanya pengkaderan formal, tapi juga proses membangun kesadaran untuk menjadi kader yang militan, intelek, dan peduli sosial,” tuturnya.
Sementara itu, Mickael Halomoan Harahap, Ketua HMJ Ilmu Perpustakaan sekaligus Komandan Menwa UINSU 2024–2025, menambahkan bahwa PMII harus menjadi wadah kolaborasi antarorganisasi mahasiswa.
“Kader PMII harus mampu menjadi agen perubahan, bukan hanya di kampus, tetapi juga di tengah masyarakat. Inilah ruang untuk menyiapkan pemimpin masa depan,” ujarnya tegas.
Di sela-sela kegiatan, suasana penuh keakraban terlihat. Peserta tampak saling berdiskusi, tertawa, dan saling menyemangati. Bagi sebagian besar dari mereka, MAPABA menjadi pengalaman pertama yang membuka pandangan baru tentang dunia organisasi dan pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa.
Di akhir kegiatan, gema takbir dan yel-yel PMII menggema di aula. Semangat kader muda itu seakan menjadi penanda bahwa perjuangan mahasiswa tidak pernah padam.
Dengan semangat Restorasi Islam dan Nasionalisme, PMII Rayon FIS UINSU membuktikan bahwa mahasiswa hari ini siap melangkah menjadi generasi agamis, nasionalis, dan pemimpin masa depan Indonesia. (Asn)











