Bukan Sekadar Gelar, Lulusan Universitas Pertamina Ditantang Hadirkan Inovasi Bernilai Tambah bagi Industri

M. Zaki Ramdhan, lulusan Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER) menjadi wisudawan terbaik pada Wisuda ke-15 dengan IPK 3,88. (Foto: Istimewa)
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com – Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri, termasuk Pertamina Grup. Menghadapi perubahan tersebut, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi akademik, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghasilkan karya yang memberikan nilai tambah.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero), Andy Arvianto, saat membuka Wisuda ke-15 Universitas Pertamina di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema “Lulusan UPER: Profesional Muda Siap Guna”, wisuda ini menjadi momentum penegasan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia industri.

“Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan turut mengubah kebutuhan tenaga kerja di industri termasuk di Pertamina Grup. Namun, perubahan tersebut tidak perlu dipandang semata sebagai tantangan. Bagi generasi muda, perkembangan teknologi justru dapat menjadi peluang untuk memperluas kemampuan, membuka ruang inovasi, dan menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah,” ungkap Andy.

Menurutnya, kesiapan menjadi profesional tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu, tetapi juga kemampuan menerapkannya untuk menjawab persoalan industri dan masyarakat. Karena itu, kemampuan beradaptasi dan menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan lapangan menjadi bekal penting bagi generasi muda.

“Universitas Pertamina merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarnya.

Gambaran penerapan kompetensi tersebut terlihat dari karya M. Zaki Ramdhan, lulusan Program Studi S1 Teknik Mesin sekaligus wisudawan terbaik Universitas Pertamina pada Wisuda ke-15 dengan IPK 3,88.

Zaki mengembangkan HERO Helmets, prototipe helm keselamatan untuk industri pertambangan yang memanfaatkan serat eceng gondok sebagai penguat material biokomposit. Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa–Karsa Cipta (PKM-KC) dengan pendanaan Kemdikbudristek.

Dalam proyek tersebut, Zaki memimpin tim sejak penyusunan proposal hingga fabrikasi dan pengujian prototipe. Pengalaman mengikuti riset, proyek inovasi, dan magang selama kuliah turut membantunya mengembangkan keterampilan teknis, kepemimpinan, serta kemampuan memecahkan masalah.

“Kesempatan belajar di UPER membantu saya mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menerapkannya melalui riset dan pengalaman industri. Saat mengembangkan HERO Helmets, saya belajar memimpin tim, menguji gagasan, dan memperbaiki hasil yang belum sesuai harapan. Pengalaman magang juga membantu saya memahami bagaimana ilmu di kelas digunakan dalam praktik. Semua pengalaman itu menjadi bekal bagi saya untuk memasuki dunia kerja,” ujar Zaki.

Pengalaman industri Zaki juga diperkuat melalui program magang di PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Di perusahaan tersebut, ia terlibat dalam analisis potensi kegagalan Blowout Preventer, peninjauan riwayat pemeliharaan, serta pengujian tanpa merusak material.

Keterlibatan tersebut memberinya kesempatan menerapkan ilmu perkuliahan sekaligus memahami pentingnya keandalan peralatan dan keselamatan dalam operasional industri. Sementara itu, dalam tugas akhirnya, Zaki juga membahas pemanfaatan machine learning.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana riset, inovasi, dan pemagangan dapat menjadi jembatan antara pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ichsan Setya Putra, menegaskan bahwa penguatan kompetensi melalui pengalaman praktis menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan agar mampu berkontribusi di berbagai sektor profesional.

“Lebih dari 300 alumni UPER telah bekerja di Pertamina Group dan lebih dari 555 alumni berkarier di perusahaan multinasional. Capaian ini menjadi salah satu indikator relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Kami terus memperkuat pembelajaran melalui riset, proyek inovasi, dan pemagangan agar mahasiswa memiliki kesempatan menerapkan ilmu serta memahami persoalan di lapangan. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu mengembangkan solusi dan memberikan kontribusi di dunia profesional,” ungkap Ichsan.

Melalui penguatan riset, proyek inovasi, dan pengalaman industri, Universitas Pertamina mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi karya dan solusi yang memberikan nilai tambah bagi industri maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *