Armadaberita.com, Samosir – Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mematangkan persiapan teknis penyelenggaraan ajang lari internasional Trail Of The Kings (TOTK) by UTMB 2025. Rapat lanjutan yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (17/9), membahas kesiapan akhir tiap instansi menjelang pelaksanaan event.
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang hadir dalam rapat tersebut, menekankan pentingnya koordinasi masif antara Pemprov Sumut, instansi terkait, dan Pemkab Samosir agar pelaksanaan TOTK berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Pemkab Samosir telah melakukan sejumlah langkah persiapan, di antaranya sosialisasi kepada warga di Desa Singkam dan Desa Sarimarihit Kecamatan Sianjur Mulamula yang menjadi rute lari 100K, koordinasi dengan Gereja St. Mikael Pangururan terkait pemakaian lahan, serta imbauan ketertiban dan keamanan di Kecamatan Pangururan dan Simanindo. Pemkab juga mengeluarkan surat edaran agar tarif hotel tidak naik lebih dari 50 persen selama event berlangsung.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ekonomi Kreatif Sumut, Ibnu Akbar, meminta penjelasan dari setiap pihak mengenai kesiapan akhir pelaksanaan, sementara Dirut PT Cipta Aksi Bersama (Creation), Arif Wiliadi Ardi Wilaga, memaparkan detail rute lari dan titik pengamanan. Arif menyebut sudah ada 691 peserta dari 25 negara, termasuk peserta baru dari Polandia, yang mendaftar mengikuti lomba ini.
Sejumlah instansi turut memaparkan kesiapan masing-masing, mulai dari TNI AL, Basarnas, BMKG, Imigrasi, Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga BPBD Sumut. Dari Pemkab Samosir hadir Kepala Dinas Pariwisata Tetty Naibaho, Kepala Dinas Perhubungan Laspayer Sipayung, Kepala BPBD Sarimpol Manihuruk, perwakilan Dinas Kesehatan Mawarisa Sitinjak, perwakilan Satpol PP Ronalpen Sinabariba, dan Kabid IKP Dinas Kominfo Togarma Naibaho.
Ariston berharap promosi TOTK dilakukan lebih gencar sejak sekarang agar masyarakat mengetahui dan mendukung event yang diperkirakan akan menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.











